USD/IDR


.Bagaimana cara menghitung bunga KPR/KRK/KTA/Kartu Kredit, dsb?

Pada post sebelumnya kan kita sudah bicara sedikit soal tugas bank sentral dan suku bunga acuan Bank Indonesia a. k a SBI. Nah, di posting berikut ini, kita akan bicara soal korelasi SBI dengan suku bunga kredit. Berikut saya akan menjelaskan sedikit overview bagaimana praktek hitung - hitungannya di lapangan. Semoga berguna bagi teman - teman yang akan apply - apply produk kredit perbankan, apalagi untuk para calon pengusaha muda, para pasangan yang ingin beli rumah, dsb. :)

Ps : Ada baiknya baca posting "Pro-Kontra Terhadap Kredit" yang saya buat supaya lebih nyambung mengenai posting ini. :D

Ingat, HITUNG TINGKAT BUNGANYA SESUAI DENGAN KEBUTUHAN! JANGAN SAMPAI SALAH HITUNG GUYS!!! :D \m/

_____________________________________


Tingkat SBI saat tulisan ini dibuat ( 2 October 2011) ialah : 6,75 %
Biasanya supaya bank bisa untung. Bank akan menjual produknya dengan menaikkan tingkat suku bunga kredit dengan spread 2. Arti kamus bodohnya, Spread itu sendiri ialah : Jarak antara bunga dasar dengan bunga yang akan dijual.

Hal ini dilakukan bank setelah memperhitungan biaya - biaya yang akan terjadi. Seperti gaji karyawannya, biaya operation bank, biaya pemeliharaan sistem, dsb. Yah.. namanya bisnis sob, harus ada hitung - hitunganya dong biar bisa cuan (untung). :))
___________________________________

.Penerapan pada KPR/KPA/KPR multiguna
Disini ada yang mau beli rumah ga? Moga - moga posting ini berguna... Nah, dalam produk KPR/KPA/KPR Multiguna ini, penentuan bunga bentuknya ada 2 loh. Fixed & Floating. Dimana bank ada yang menjualnya dengan bunga Efektif & Flat. Bingung? ya.. nanti eik jelaskan yess.. Just keep reading..paragraf ini eik tulis sebagai pelengkap penderita saja. :))

*Supaya satu suara. Contoh hitung - hitungan yang eik maksud di post berikut ialah dengan perhitungan bunga Efektif. Apa itu bunga efektif, eik akan jelaskan disini. Dan juga... kita lagi bicara bunga yah.. belum termasuk biaya - biaya yang lain. :)

Nah begini hitung - hitungannya :

*Masa Promo.
Bank akan menjual produk KPR-nya dengan bunga efektif. Dimana suku bunga (rate) promo yang ditawarkan ialah; FIXED 1 TAHUN 8,75%.

*Rate ini ialah rate umum yang dijual di pasaran saat post ini dibuat.
Darimana angka tersebut berasal?

Rate KPR = SBI + Modal Bank (operation, bayar gaji karyawan, sistem)

Supaya biasa jualan produknya. Katakanlah bank ambil untung sementara tipis dulu. Yaitu 2 %. Itupun sudah ditambahin gajinya si karyawan bank, operation, dsb.. Jadi ......

Rate KPR = 6,75 % + 2 % = 8,75 %
(inilah rate yang dijual di pasar saat ini)

Tapi yang harus diingat, seperti yang eik mention diatas...Rate KPR yang saya maksud berikut ini ialah versi FIXED 1 TAHUN. Jadi di tahun ke 2 dan seterusnya akan naik menjadi bunga FLOATING. Istilah begonya bunganya bisa naik jadi 12 - 14 % di tahun berikutnya. Tapi juga bisa turun apabila SBI turun. Lho kok bisa???

Begini juragan... yang harus dicatat :

Pada saat post ini dibuat (1 October 2011). Tingkat SBI kita sudah cukup rendah. Yaitu di kisaran 6,75 %. Dan itu sudah tertahan cukup lama. Kurang lebih 6 Bulanan. Correct me if im wrong. Sebelumnya rate SBI itu sendiri ada di kisaran 6,5 % selama 21 bulan lebih.

Pasti teman - teman bertanya, lha kenapa ga diturunin saja sama pemerintah? Biar rakyat bisa murah meriah beli rumah, apply kredit modal kerja, beli kendaraan, dsb. Nah masalahnya itu gini masbro.... Kan eik sudah bilang di post sebelumnya kalau SBI itu ada hubungannya sama efek - efek surat hutang macam : deposito, surat utang negara (sun), sertifikat bank indonesia, dsb dsb.. Coba baca posting sebelumnya mengenai SBI : Sebagai suku bunga acuan untuk info lebih lanjut. :))

Apabila rate SBI itu kerendahan, apa yang akan terjadi? Investor akan hedging (memindahkan) dananya ke instrument yang lebih baik. Yang harus di ingat, exposure (pengaruh) asing ke pasar modal di Indonesia itu besar sekali. Bisa sampai 70 % keatas... Kalau mereka cao, bisa hancur ekonomi negara kita. Itulah sebabnya banyak yang benci era kapitalisasi ini. Mau ga mau, ya harus tergantung.. -,-"

Intinya investor itu banyak macamnya. Kalau ibarat cewe, ada yang tomboy ada yang feminim, ada yang sexy, ada juga yang katrok, hal yang sama berlaku pada pria. ^^v Investor tidak selamanya mau lari ke instrument seperti saham ataupun komoditas sejenis logam mulia dan minyak. Banyak juga yang demennya lari ke efek hutang seperti Deposito, Obligasi, dll...

Nah, akhirnya kembali lagi...Syukur - syukur apabila dananya masih pindah ke instrument investasi lain di Indonesia. Nah kalau permisalkan uangnya cabut ke luar negeri? Bisa berkurang devisa negara dan itu akan memicu ketidakstabilan ekonomi di negara ini. Apalagi jika bank di rush a.k.a diserbu karena terjadi kepanikan pasar. Ada chain reaction disini.


Dilain sisi, SBI ini juga harus ditentukan dengan bijak oleh Bank Indonesia. Karena kalau terlalu tinggi juga, bisa jadi negara ini lagi krisis dan BU a.k.a butuh uang juragaannn. Kenapa begitu?? Kan kalau lagi krisis investor juga takut naruh uangnya. Kalau ga bisa bayar gimana??? Hal ini juga berlaku tidak terbatas pada financial institution loh temans, tapi juga kesegala industri.. :)


Bingung?

Contoh bodohnya itu begini... kalau situ ngutang sama teman buat bikin warung rokok. Tapi situ kasih imbal baliknya kerendahan. Bisa jadi teman situ ogahlah minjemin duit kesitu. Yah wong ga menarik.Nah kalau teman kasih imbal baliknya ketinggian? Resiko teman - teman naik. Syukur - syukur bisa bayar imbal hasil baliknya. Nah kalau permisalkan jualan rokoknya lesu. Teman - teman ga bisa bayar gimana? Bisa dihancurin tuh warung rokok sama teman situ yang minjemin duit.

ORANG MINJEMIN DUIT RP. 2000,- SAJA BISA BUNUH - BUNUHAN. GIMANA KALAU MINJEMIN JUTAAN ATAU MILYARAN??

_________________________________________

STOP PRESS : OVERVIEW SINGKAT
BUNGA FLAT VS EFEKTIF

Bunga Efektif itu Artinya makin lama bayar bunganya makin sedikit, dan bayar pokoknya makin lama makin besar. Skema diagramnya miring



Bunga Flat itu artinya pembayaran pokok dan bunga selalu sama, yaitu : 50 : 50. Skema diagramnya selalu mendatar.


Hal ini menyebabkan perbandingan antara bunga Efektif dan Flat itu ialah 1 : 2.

Jadi kalau ada yang bilang bunga Kredit Kendaraan Bermotor saya itu hanya 7 %. Dibayar FLAT! Sebenarnya itu dihitungnya :

Bunga yang harus dibayar = 7 x 2 = 14 % setahun! HAHAHAHAHA!

Sedangkan bunga Efektif akan tetap dihitung 1. Jadi apabila ada yang bilang bunga KPR saya 12 % setahun. Ya yang dibayarkan ya memang 12 % p.a.

BTW, PENGHITUNGAN 1:2 INI CUMA PENGANDAIAN UNTUK HITUNGAN BODOHNYA. UNTUK DETAIL HITUNGAN BUNGA FLAT, BACA TERUS POST INI SAMPAI HABIS! :'))


*Biasanya untuk KPR regular, bunga fixed hanya berlaku 1 atau 2 tahun, kemudian beralih ke bunga floating. Tetapi ada juga beberapa produk perbankan seperti KPR yang jangka waktu pembayaran Fixed-nya cukup lama. Contohnya KPR syariah yang bisa bayar bunga kredit rumahnya secara fixed hingga max 5 tahun. Biasanya ratenya kisaran 11 - 12 %. Dan enaknya selama 5 tahun fixed tersebut, pembayaran bunganya tetap dilakukan secara hitung - hitungan bunga efektif kok. :).. Tapi harus di ingat juga, produk KPR jenis ini, biasanya bunga floatingnya di tahun ke - 6 akan melejit luar biasa. Maka pada saat itulah ada baiknya kreditnya di take over ke bank lain. :))

**Ada juga produk KPR yang pembayaran bunganya fixed and cap, dengan total tahun ialah fixed 3 tahun dan bunga di cap 2 tahun. Jadi setidaknya selama 5 tahun kedepan, kita sudah tau harus bayar berapa KPR kita. Tapi kelemahan produk ini ialah nilai appraisal rumah kecil. Dan balas dendam bunga di tahun ke - 6 cukup dahsyat.

***HATI - HATI, ada juga bank yang menjual produk KPR yang seharusnya dibayar dengan bunga efektif tapi malah nasabah harus membayarkan bunganya secara flat. Makanya sebelum apply, teman - teman hitung ilustrasinya dulu. Dan tanya marketingnya secara kritis. :)


_______________________________



.Penerapan pada Kredit Modal Kerja dan KTA
Disini ada calon pengusaha muda kah? Apalagi jika nanti usahanya berdasarkan omset. Makin besar omset makin besar keutungan. Syukur - syukur kalau teman - teman ada dapat investor, atau mungkin teman - teman terlahir dari orang tua yang berada pada kelas yang cukup untuk memodali usaha teman - teman, ataupun dengan kondisi lainnya... Nah apabila tidak ada, maka bank memiliki fasilitas yang bernama Kredit Modal Kerja ataupun KTA.

*Kredit Modal Kerja itu garis besarnya yah, soalnya masih banyak sub productnya. Mulai dari Term Loan, Overdraft, Demand Draft, dll. Begitupun KTA, ada Personal Loan, KTA Bisnis, dll. Nanti akan kita bahas. :)

Walaupun beda pangsa pasar dan tingkat bunganya. Pada kredit modal kerja dan KTA prinsip kerjanya kurang lebih sama. Yaitu cenderung sebagai modal usaha. Tapi pada prakteknya, bunganya akan lebih tinggi daripada KPR. Mengapa begitu???
Jawabannya :
1. Kredit Modal Kerja ialah Kredit bersifat produktif. Sedangkan KPR ialah kredit bersifat konsumtif. Makanya bunganya lebih tinggi cynnnnn. :))
Dikarenakan pembayaran bunga KPR yang lebih rendah inilah maka seringkali terjadi penyelewengan penggunaan KPR untuk kemudian dijadikan Kredit Modal Kerja. Dengan harapan bunga yang dibayarkan debitur lebih rendah.
Walaupun terkadang case seperti ini bisa terjadi. Tapi toh pada kenyataanya bank itu kan para analisisnya jago - jago. Kalaupun nanti akad kredit, kasus beginian biasanya covenant (perjanjian) akad kreditnya akan agak sedikit unik. Tujuannya ya biar bisa meminimalisasi resiko penyelewengan dana oleh nasabah. :))

2. Untuk KTA, walaupun terkadang digunakan juga untuk kegunaan konsumtif seperti pembelian kendaraan bermotor, modal nikah, biaya pendidikan anak, refinancing rumah, dsb... bunganya JAUHHHHH LEBIHHH TINGGI... karena pembayaran bunga dalam bentuk FLAT dan RESIKO KREDITUR TINGGI, karena DEBITUR PINJAM TANPA AGUNAN (Collateral) jadi termasuk unsecured loan gitu.

*awas gan.. biasanya udah mulai giting situ kalau udah masuk istilah - istilah ginian. Hahahaha.. :))**Nanti pembahasan mengenai apa itu jenis - jenis kredit kita bahas di post selanjutnya yah. :)

.Kembali lagi pada Kredit Modal kerja

Bunga yang ditawarkan pada produk sejenis Kredit Modal kerja di pasaran saat ini yaitu berkisaran pada 11 % p.a. Bunga yang digunakan ialah EFEKTIF. Jadi di tahun berikutnya bunganya sudah akan naik jika si nasabah menggunakan fasilitas term loan. *nanti eik akan jelaskan lebih lanjut. :)

Sedangkan pada KTA, bunga yang digunakan ialah bunga FLAT. Dikarenakan bunganya ini sebenarnya mahal, agar terlihat attractive, bank akan menjual produk ini dengan bunga 0-75 - 3 % perbulan.

*Dibeberapa bank yang cukup edan, ada yang bahkan menjual bunga KTA 4 % sebulan. Biasanya itu kejadian karena bank itu jualan deposito dengan bunga sangat tinggi. Disaat bank lain jualan deposito 7 - 7,5 %, bank tersebut akan jualan di rate 9 - 11 %. Bingung? Keep reading!

Begini cara menghitung bunga KTA 
(contoh kasus bunga 3 % perbulan).

Jika dilihat secara Flat (annuitas) maka bunga yang harus ditanggung = Rate Penawaran x 12 bulan = 3 x 12 = 36%/tahun

Lalu bagaimana apabila dilihat dengan BUNGA EFEKTIF (effective annual rate) ? ...

BUNGA EFEKTIF = ((1 + Rate Penawaran)^n-1) x 100

*^ = pangkat

= ((1+ 3%)^12 - 1 ) x 100
= ((1.03)^12 - 1 )x100
= (1.425760887 - 1) x 100
0.425760887 x 100
= 42.5% (dibulatkan)

JADI BUNGA EFEKTIF KTA-NYA 42.5% SETAHUN!!!! :")))


Gimana ? masih mau apply KTA??? Itu belum termasuk biaya admin dan provisi yang rata - rata 3 % loh! Haahahhahaha.. Dan ini berlaku untuk produk bersifat hutang lain yang menggunakan prinsip pembayaran bunga flat. Contohnya? Credit Card, Kredit Kendaraan Bermotor/Leasing, Leasing Pembelian Mesin, dsb...

.Kalau kenyataanya begitu, Produk Kredit berbasiskan Bunga Flat itu FUCK UP dongg???!!! Eits, Entar dulu sob... :P

.Yang harus diingat itu begini..

Pada dasarnya kan produk bank itu ada untuk membantu kebutuhan financial teman - teman. Tinggal gimana cara kita makainya supaya hasilnya benar dan kita tidak salah perthiungan. Berikut contoh manfaatnya :

1. Proses apply tidak seribet apabila kita apply produk kredit yang berbasiskan bunga efektif.

2. Kita bisa membuka kredit dengan jumlah yang tidak terlalu besar. Contoh 5 - 100 juta. Apabila kita apply Kredit Modal Kerja kan biasanya minimum 500 juta keatas.

3. Produk KTA juga masih berguna bagi para pedangan eceran. Karena masih masuk hitungannya. Hal itu disebabkan karena pedagang eceran biasa ambil untung hingga 20 % an ketas dari dagangannya. Kalau pedagang grosir (terutama yang main partai besar), mungkin ada juga yang minat ambil produk ini, tapi saya pribadi sih ga recommend yah. Karena biasanya kebanyakan (tidak semua) pedagang grosir itu biasanya ambil untung hanya 5 - 10 %an. Kalau untungnya hanya sebesar itu, takutnya tidak masuk hitungannya. Bukannya untung malah buntung! X___x"

4. Dan masih banyak lagi manfaat lainnya.... :)
.Yang Harus diingat Karena sifatnya yang cenderung sebagai efek hutang berjangka pendek - menengah (max 3 tahunan) maka ada baiknya penggunaannya untuk kebutuhan emergency atau ada kemungkinan debitur bisa segera melunasinya. Setidaknya, penggunaan produk berbasiskan bunga flat ini jangan sampailah bikin kita menjerit - jerit. Contoh : Ngurus perijinan, beli mobil, beli motor, dsb... :)

______________________________
.Closure
Kurang lebih begitulah overview singkat mengenai cara menghitung produk kredit perbankan teman - teman. Saran saya sih, teman - teman harus wise dalam menentukan pilihan. Karena pada intinya, kredit itu bagai api. Bisa berguna, bisa juga menghancurkan teman - teman apabila salah pakai.

Bank juga berharap bisa melakukan long term relationship dengan si customer. Bank tidak akan tahu kan siapa tau nanti bisnis si customer makin besar. Si bank bisa salurkan kredit lebih banyak dan dapat revenue, sebaliknya customer juga happy karena dapat tambahan dana, usaha tambah lancar jaya dan dia juga tambah kaya! :))

Sebaliknya, bank juga ga minat kale kalau sampai teman - teman kredit macet. Walaupun itu pakai agunan (collateral) jual agunan teman - teman itu kan butuh biaya lagi, proses yang panjang. Belum lagi berantem - berantemnya, belum lagi ke pengadilan, belum cari pembeli asetnya, belum bikin lelangnya,.. dsb.. duhhhh cappeee deehhh! x____X" Sebisa mungkin hindari kejadian begini yah teman - teman.
Ingat, Gunakan kredit secara bijak. Jangan gunakan uang kredit untuk bersenang - senang secara berlebihan. Pas nanti macet ga lucu soalnya gan. :))
Have a rockin moment guys! :D \m/

8 comments:

  1. Mana ada bos KPR Syariah pake bunga?
    Flat 5 tahun aja, selanjutnya naik seperti kata ente? kasih tau ane bank syariah mana yg seperti itu?
    Setau ane angsuran KPR syariah pasti flat hingga masa berakhirnya angsuran, misal 15 tahun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. To bro hasyibi

      Betul adanya di syariah tidak ada yg namanya bunga. Yang ada hanyalah margin. Penggunaan kata bunga diatas dikarenakan gue ingin menghindari kerancuan dalam pengertian yg baca posting ini.

      Akan tetapi yg mungkin bro hasyibi perlu ketahui, walaupun diawasi oleh dewan pengawas syariah; hampir semua produk kpr syariah di indonesia itu masih ngaco baik dari sisi perhitungan margin alias equivalent rate maupun akadnya.

      Adapun perhitungan margin kpr syariah diindonesia masih menggunakan perhitungan annuity rate selayakannya kpr konvensional.
      Ambil contoh: ada bank A menawarkan promo kpr syariah untuk tenor 10 tahun. Ilustrasi margin yg ditawarkan ialah 1 tahun equivalent rate 9%p.a dan masuk tahun ke 2-10%p.a equivalent rate akan lompat ke 12.25%p.a

      Ilustrasi lain jg ada. Misalnya tenor 15 tahun. Tahun pertama akan dikenakan equivalent rate 1 tahun = 9% , masuk tahun ke 2 - 15 tahun kedepan akan pindah ke 13.25%p.a.

      Dengan contoh kasus seperti, lalu apa artinya penggunaan margin dibanding bunga kalau perhitungannya sama2 saja? Apakah hanya karena alasan bunga = riba?

      Balik lagi soal bunga. Kalau ditanya ada yg tenornya flat dengan diagram linear bunga efektif sampai due date. Jawabannya iya, ada yg begitu scheme kpr syariahnya. Tp pertanyaannya akadnya jenis apa dulu? Krn di syariah itu akadnya ada banyak. Ya ga beda jauhlah sama kpr konven yg ada banyak macam jenis variannya. Untuk case yg bro bilang td, Itu biasanya kpr dengan jenis akad imbt.
      Akan tetapi perlu di ingat, akad kpr tipe ini memiliki bbrp kelemahan. Diantaranya pembayaran pajak harus dilakukan 2x oleh nasabah. Yaitu saat akad kpr diawal dan balik nama saat jatuh tempo. Dilain sisi, equivalent rate-nya jg lebih mahal dr kpr konvensional. Ga percaya? Coba aja hitung sendiri.

      Akan tetapi memang, kpr syariah jg punya beberapa kelebihan. Misalnya ialah marginnya sudah ditetapkan upper limit rate-nya. Kalau kpr konven kan bunga floatingnya bakalan ngikutin bunga bank sentral. Tp ingat, hal ini jg bs jadi bumerang kalau bunga bank sentral turun di masa depan.

      Intinya plus minus lah.

      Dan kalau ditanya bank mana yg seperti itu? Hahaha hampir semua bank di indonesia yg jualan kpr syariah ya begitu semua. Coba deh korek ampe ke akar2nya, bakal ketauan pasti daleman kpr-nya kayak apaan.

      Gue pribadi kenal sama beberapa petinggi bank yg approve scheme kpr syariah ini. Toh mereka juga bilang penggunaan istilah2 syariah ini hanya bagaikan gimmick saja. Namanya juga kan jualan. Sama seperti case bbrp tahun lalu, mungkin kl bro masih ingat ttg fenomena koin emas ONH beberapa waktu yg lalu. Itu pukulan telak terhadap para pemilik emas yg mungkin jg kurang mempelajari bagaimana komoditas logam mulia ini berjalan. Kenyataannya pihak antam yg memproduce koin onh itu mengakui penggunaan istilah onh hanya sebagai gimmick marketing. Parahnya koin onh ini dijual lebih mahal dibanding koin emas dgn value yg ± sama. Koin onh sendiri pun akhirnya diberhentikan produksinya saat ini. Lebih lengkapnya bro bisa googling yak. Btw, I'm not talking about sensitive issue like religion or so in here yak. But sometimes we have to see it in an objective perspective.

      Perihal pro-kontra soal islamic banking di indonesia sendiri; bro mungkin boleh coba2 baca referensi. Salah satu yg paling umum misalnya buku dengan judul : "Tidak Syar'i-nya Perbankan Syariah di Indonesia". Cmiiw kalau judulnya salah.

      Semoga jawabannya membantu. :)

      -erix

      Delete
  2. selamat malam mas banker,
    terima kasih atas info-infonya yang ditulis dalam blog anda ini. Membantu saya memahami beberapa hal dalam perbankan. Saya baca topic-topic dari atas sampai bawah, dari bawah sampai atas. Bahasa yg disuguhkan sangat simple, sehingga otak saya yg simple ini bisa menerimanya dengan mudah.

    zetan_merah at surabaya

    ReplyDelete
  3. nice info om....
    so klo menurut om mana yang lebih baik untuk modal usaha jangka pendek?
    kartu kredit atau KTA om ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Mba Caca,

      Mohon maaf baru membalas, karena saya sudah lama tidak online dan agak sedikit sibuk.

      Untuk jangka pendek, saya lebih sarankan menggunakan kartu kredit. Karena cash flow bisa lebih terjaga dan masuk akal. Belum lagi kalau bisnis turun naik, kartu kredit dan beberapa fasilitas installment dan kemudahan skema pembayaran bisa membantu sekali.

      Demikian, semoga membantu. :)

      -erix

      Delete
  4. Saya kurang paham mengenai istilah bunga flat dari kutipan anda:
    "Jadi kalau ada yang bilang bunga Kredit Kendaraan Bermotor saya itu hanya 7 %. Dibayar FLAT! Sebenarnya itu dihitungnya :

    Bunga yang harus dibayar = 7 x 2 = 14 % setahun! HAHAHAHAHA!"
    Ilustrasinya begini:
    Katakan harga motor 10 juta biar gampang, maka kalo setahun 7%,
    harga motor itu menjadi 10.700.000.
    Dan dicicil selama setahun 12 bulan adalah:
    10.700.000 : 12 = 891.666,67.
    Dan itu sesuai dengan contoh dari situs berikut:
    http://www.simulasikredit.com/simulasi_bunga_tetap.php

    Lalu dari mana anda katakan bahwa bunga flat itu 14% ( 7 x 2 )?
    Apakah karena anda membandingkan dengan bunga efektif?
    Apakah itu fair?

    Kalo hitungan sederhana saya, contoh:
    jika anda membeli barang seharga 100 rupiah dan anda mencari untung sebesar 10%,
    maka harga jual barang anda adalah 110 rupiah bukan?

    Jika dibalik, harga jual 110 dari modal 100 menghasilkan keuntungan sebesar 10%.

    Bila kita kembalikan pd harga motor yg dari 10 jutan menjadi 10,7 juta,
    bukankah sudah tepat bila harganya "Naik" 7%?
    Dan besarnya kenaikan yg 7% itu kita bayar secara menyicil selama 12 bulan.

    Maka jika ada yang bilang bunga Kredit Kendaraan Bermotor saya itu hanya 7 %. Dibayar FLAT adalah salah,
    saya sungguh tidak mengerti dimana salahnya,
    bisa dijelaskan pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Mas Hebrata,

      Maaf baru membalas, karena saya sudah lama tidak online karena agak sedikit sibuk.

      Untuk pembayaran kredit kendaraan bermotor, kebanyakan bank memang mengaplikasikan kredit dengan skema pembayaran bunga flat; karena ada resiko yang lebih tinggi oleh sebab barang yang diagunkan bisa bergerak. Atau kalau istilahnya orang bank "unsecured loan."

      Akibat dari unsecured loan ini sendiri akan menghasilkan bunga yang lebih tinggi.

      Dan hal ini tidak hanya berlaku terhadap fasilitas kredit saja mas, akan tetapi juga terhadap segala bentuk efek hutang lainnya. Misalnya obligasi.

      Untuk tau hubungan soal resiko dan tingkat return yang harus dibayar debitur, mas bisa membaca beberapa referensi tentang yield curve. Contoh linknya misalnya ini: http://www.investopedia.com/terms/y/yieldcurverisk.asp

      Untuk bunga flat (annuitas) vs efektif (progresif), memang ada kecenderungan perbandingan 2:1. Pada beberapa kasus bank bahkan saya temukan perbandingannya sudah 3-4:1. Akan tetapi ada juga bank yang dalam rangka mengejar LDR (loan to deposit ratio), mengejar pertumbuhan departemen kredit dan alasan2 lainnya; mereka bisa kasih scheme bunga yang cukup menarik. Jadi jawabannya tergantung case.

      Kalau ditanya "apakah fair"?

      Menurut saya pribadi ya tergantung kasusnya. Pada bbrp kasus; misalnya pada benda bergerak yang sulit dideteksi dan nilai depresiasinya tinggi seperti perhiasan, tas, alat2 elektronik, dsb yang masih masuk taraf middle end price., ya wajar bunganya tinggi. Begitupun juga mungkin untuk mobil dan motor (walaupun masih ada kesempatan utk di detect kalau dibawa lari debitur atau dimaling. Kalau harganya mahal, mungkin bunga juga bisa otak atik, dsb.

      Akhir kata mas.. Mau gimanapun "ngutangin" orang itu beresiko. Gara2 2000 perak saja orang bisa bunuh - bunuhan, apalagi kalau sudah pada nominal yang lebih besar.

      Semoga membantu. Tx.
      -erix

      Delete