USD/IDR


BI Checking | Tattoo Permanen versi Bank


Nah, akhirnya kita sampai ke salah satu posting dengan topik PALING PENTING dalam sejarah perkreditan bangsa Indonesia. Hahahaha.. Tidak lebay, tapi begitulah adanya. BI Checking itu teramat penting. Karena lewat BI Checking ini pulalah, character seseorang untuk mengapply fasilitas kredit dalam bentuk apapun di bank di nilai secara objektif.

___________________________


Apa itu BI Checking?
BI checking ialah suatu sistem terkomputerisasi yang di buat oleh Bank Indonesia. Dimana dalam sistem ini, tercantum segala fasilitas dan sejarah transaksi fasilitas kredit kita di bank manapun di Indonesia.

Betul, segala jenis produk kredit dari semua bank di Indonesia. Tidak ada tempat untuk sembunyi. Hahaha.. Jadi kalau yu sudah masalah sama bank A paling kecil di ujung manapun di nusantara, ya sudah.. tercatat deh. Itulah sebabnya, BI checking di sebut Tattoo permanen oleh sebagian bankers.


___________________________

Seperti apa sih bentuknya BI Checking?







Nah, gambar diatas ialah bentuk - bentuk dari BI Checking tersebut. Yah, tentunya layout tersebut dibuat sampai hingga posting ini di buat. Mungkin kedepannya bisa saja layout tersebut berubah. :-S .. Sorry agak burem, kamera bb eik jelek. Hahaha..

Berikut penjelasan singkatnya....
  • Pada gambar 2, tercantum data - data pribadi teman - teman, seperti nama, tanggal lahir, jenis usaha, nomor yang bisa dihubungi, dsb. Selain itu tercantum pula, punya fasilitas apa saja dan di bank mana saja.

  • Pada gambar ke 3 dan 4, tampak kan ada kotak - kotak kecil. Di kotak kecil itu tercantum tingkat kelancaran pembayaran tagihan fasilitas kredit teman - teman. Istilah kelancaran ini disebut sebagai "collect", collect itu terlihat dalam angka. 1, 2 , 3, 4. Baca terus post ini, gue jelaskan collect itu apa. ;)

    Selain itu, pada gambar 3 dan 4 tentunya akan tampil semua fasilitas kredit teman - teman itu bentuknya apa. Bayar tagihan penuh atau pembayaran minimum? Komplit plit plit! :))
Nah, dengan adanya BI Checking ini, semua data historis kredit si debitur ketauan kan? Makanya gue bilang dari post sebelumnya. Jangan bohong sama orang bank, pasti ketauan deh! Hahhaaha..

_________________________


Data - data apa saja yang dibutuhkan untuk mengakses BI Checking?

Untuk mendapatkan hasil BI checking yang tepat atas seorang nasabah. Bank memerlukan informasi sebagai berikut :
  1. Nama Nasabah
  2. Tempat & Tanggal Lahir
  3. Nomor KTP
  4. Alamat
  5. Nomor NPWP (jika ada)
  6. Nomor Pasport (jika ada)

Jika sumber pendapatan yang digunakan untuk membayar pinjaman juga mencakup pendapatan suami/istri si nasabah, maka BI Checking juga dilakkuan terhadap suami/istri nasabah tersebut.

___________________________


Informasi Apa Sajakah Yang diberikan oleh BI Checking?

Secara umum, informasi yang terkandung di dalam BI Checking ialah informasi kredit dan informasi agunan :

Informasi kredit mencakup :
  1. Bank Pemberi Pinjaman
  2. Mata uang (valuta) Pinjaman
  3. Bunga Pinjaman
  4. Plafond (Total Pinjaman)
  5. Baki Debet (Outstanding a.k.a Total Pinjaman yang belum terpakai)
  6. Tunggakan
  7. Penggunaan Pinjaman
  8. Status Pinjaman
  9. Jangka Waktu Pinjaman
  10. Historis Kolektibilitas & Hari Tunggakan / DPD (Day Past Due)

Sementara itu, informasi agunan mencakup :
  1. Bank dimana agunan tersebut dijaminkan
  2. Nilai Jaminan
  3. Bukti Kepemilikan dan Jenis Pengikatan Agunan
  4. Lokasi Agunan

___________________________


Yang harus di catat dalam BI Checking

Ada beberapa hal yang harus di catat dalam BI Checking, yaitu :
  1. Bankers baru bisa mengakses BI checking apabila nasabah sudah menandatangani form aplikasi pengajuan BI checking. Seringkali jadi satu sama formulir pengajuan fasilitas kredit.

  2. Bila nasabah memiliki pinjaman unsecured (tanpa jaminan) seperti KTA & Kartu Kredit, maka informasi kredit tersedia, akan tetapi informasi agunan tidak ada.

  3. Bila nasabah memiliki fasilitas pinjaman secured (dengan jaminan) maka informasi kredit dan agunan tersedia.
_____________________________

PENTING SEKALI : KLASIFIKASI KOLEKTIBILITAS

Nah, sesuai janji gue diatas untuk menjelaskan apa itu "Collect"? Berikutgue jelaskan secara terperinci.... ;)

Ada satu hal yang teramat penting dalam BI Checking. Yaitu klasifikasi kolektibilitas a.k.a Collect. Dalam klasifikasi kolektibilitas ini nantinya akan terlihat, apakah teman - teman bayar kreditnya lancar atau tidak?

Bank Indonesia memiliki standard penilaian kelancaran pembayaran yang dibagi ke dalam beberapa kelompok (kolektibilitas), klasifikasinya ialah :



kalau kekecilian, coba di click gambarnya biar besar yak.. ;)

Nah, dari tabel itu. Terlihatlah sudah kelas - kelas collect. Collect itu juga menjelaskan teman - teman bayar kreditnya lancar atau tidak. Kalau teman - teman liat tabel diatas, maka :
  1. Collect 1 itu bayar tagihan kredit lancar
  2. Collect 2 itu sudah nunggak 1 hari - 1 bulan
  3. Collect 3, nunggak 1 - 3 bulan
  4. Collect 4, nunggak 3 - 6 bulan
  5. Collect 5, nunggak lebih dari 6 bulan

Biasanya debitur saat collect 2 itu baru di hubungi via telephone. Syukur - syukur deh kalau belum di maki. Hehehehe.. Masuk collect 3, sudah di datangi debt collector buat ngegertak. Nah dari sinilah biasanya debitur sudah saling patok sama pihak bank. Hahaha.. =))

Biasanya kalau si debitur baru kena collect 2, biasanya para bankers yang ngurusin fasilitas kredit si nasabah masih gampanglah minta eskalasi approval dan mitigasi-nya. Bilang aja lagi diluar negeri, lupa atau apaan kek. Hahahha..

Tapi kalau sudah collect 3??? Ya sudah deh, riwayat itu namanya. ^^

Makanya salah satu customer saya dulu ada yang bilang; "Kalau sudah collect 3 mah, 80 % udah macet itu Rix." Boss saya juga pernah bilang; "Hati - hati loh kalau ada customer lo yang udah collect 3, bisa di diemin sampai collect 5 tuh! Gaswat loh kalau ntaran kejadian, tidak cuma customer yang kena. Lo sebagai bankers-nya pun bisa kena! Bahkan orang yang memberikan referensi ke si customer pun bisa kena! Bisa di panggil kepengadilan semuanya!"

Pastinya sih customer dan boss saya itu tidak lagi bercanda atau ngegertak, tapi memang itulah kenyataannya. Jika si nasabah nunggak kredit sudah lebih dari collect 2, pasti cenderung di diemin aja sampai mampus sekalian. Dan pas nanti sudah macet, semuanya bakal di suruh ke pengadilan deh. Ditanyain; "Kok bisa macet sih? Kenal darimana kamu? Kenapa di lolosin aplikasi kreditnya? dsb dsb...Hancurr minaaa!" hahahahha...


Makanya HATI - HATI kalau nunggak! Penyesalan selalu datang belakangan. Makanya dinamain penyesalan. Kalau didepan? itu namanya pembelajaran. ='))

______________________________

Yang Harus di Ingat!

BI Checking ini ialah sistem. Ingatloh... SISTEM! Jadi doski ini kerjanya ga pake acara manusiawi - manusiawian. Seringkali gue ketemu customer yang bisa sampai collect 5 cuma karena lupa bayar biaya materai untuk tagihan/rekening koran fasilitas kreditnya. Padahal harga materai berapaan sih? Rp. 6000,- doang! Cuma gara - gara beginian doang bisa jadi masalah loh! Jadi teman - teman harus hati - hati dalam membayar tagihan. Pastikan lancar atau lunas semuanya. ;)

Mengapa status "Colect" ini penting?

Karena begini masbro, kalau nama teman - teman di BI Checking sudah masuk Collect 3 dst... Teman - teman mau masuk ke fasilitas kredit apapun di bank manapun PASTI SUSAH DEH! Padahal bisa saja kan status collect itu bukan karena teman - teman ga mau bayar. Tapi bisa jadi juga karena teman - teman lupa. Contohnya ya materai yang diatas itu. Sepele tapi membunuh! :-S

Saran gue sih, teman - teman harus hati - hati. Lindungi salah satu fasilitas pendanaan teman - teman. Toh kalau data - data bagus, yang ada juga teman - teman yang di kejar para bankers juga kan? Duit yang ikut teman - teman, bukan teman - teman yang kejar - kejar duit. Ok! ;)

Semoga informasi ini berguna. ROCK ON! :D \m/

No comments:

Post a Comment