USD/IDR


Deposito dan Cara Menghitung Bunganya


Deposito ialah salah satu produk investasi tradisional yang ditawarkan oleh bank; dimana nasabah menaruh sejumlah dana simpanan untuk jangka waktu tertentu, dan kemudian oleh bank akan diberikan imbal hasil balik sejumlah bunga premium pada saat deposito tersebut jatuh tempo.

Deposito sendiri ialah salah satu produk investasi jangan pendek, karena masa berlakunya biasanya maksimum satu tahun.

_____________________________

.Penawaran
Pada produk deposito, dana simpanan nasabah akan di lock dalam jangka waktu tertentu yang ditawarkan oleh bank. Biasanya beda bank beda aturan main, tapi secara garis besar begini detail masa penawarannya :
1. Harian
2. Mingguan
3. Bulanan
4. Per-triwulan ( 3 Bulan)
5. Per - semester ( 6 Bulan)
6. Per - Tahun (12 Bulan)
*Khusus untuk deposito Per - Tahun, biasanya disebut juga deposito interim a.k.a bunga jatuh tempo bisa dibayarkan tiap bulan.

_____________________________




Keunggulan dari deposito sendiri :
  1. Relatif Aman
    Karena modal terproteksi. Asalkan... Dana simpanan nasabah yang di depositokan ini tidak dicairkan sebelum jatuh tempo.
  2. Return investasi yang diberikan lebih tinggi daripada bunga tabungan.
  3. Sebagaimana tabungan, dana simpanan dalam bentuk deposito di jamin oleh LPS. Tapi ada term & condition yah.. :))

    LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) menjamin dana simpanan dalam bentuk deposito teman - teman apabila rate bunga yang teman - teman pakai tidak melebihi TINGKAT SUKU BUNGA YANG DIJAMIN. Dan dana simpanan, TIDAK BOLEH LEBIH DARI 2 MILYAR. :D

    Saat tulisan ini dibuat, tingkat suku bunga deposito yang dijamin ialah 7,25 %. :)
_____________________________


Resiko Investasinya?

Nyaris tidak ada. Cukup rendah. Yah, mentog juga resikonya ialah resiko bank bangkrut dan duit lu ga diganti (dengan catatan dana yang lu taruh lebih dari Rp. 2,000,000,000 dan bunganya melebihi bunga LPS juga). Inipun biasanya bank central undah sigap kalau sampai suatu bank kenapa - kenapa. Palingan ujung - ujungnya minta bail out lagi. :))

Oke, balik lagi.... Kemungkinan terbesar bermain deposito itu sendiri ialah nasabah mengalami resiko likuidasi karena tidak bisa menarik dananya dalam jangka waktu tertentu. Dan apabila melakukan pencairan sebelum waktunya (break deposito) biasanya pokok deposito teman - teman tersebut terkena penalty dan bunga tidak dibayarkan.

Tingkat penalty-nya sendiri (ingat beda bank bisa berbeda kebijakan) :

1. Break dibawah 1 bulan, penalty 1 % dari pokok dan bunga tidak dibayarkan
2. Break dikisaran 1 - 2 bulan, penalty 2 % dari pokok dan bunga tidak dibayarkan
3. Break dikisaran 3 bulan keatas, penalty 3 % dari pokok dan bunga tidak dibayarkan

_____________________________

.Kelemahan
  • Deposito terkena pajak yang sama besarnya dengan bunga tabungan. Yaitu sebesar 20 %. Jadi kalau misalnya teman - teman ditawarin deposito, tanya dulu.. GROSS atau NETT?
    Contoh : Suku bunga deposito 7 % p.a Gross. Jadi nett nya ialah : 7 x 80 % = 5, 6 % p.a
  • Return deposito dibandingkan dengan inflasi sangatlah tipis. Katakanlah inflasi kita misal 5% aja deh. Maka berdasarkan kasus diatas :

    Inflasi - Return Deposito = 5 % - 5,6 = 0.6 %.

    Jadi pertahunnya keuntungan deposito itu tipis sekali. Belum lagi, itu dihitung berdasarkan inflasi secara rata - rata satu indonesia. Kenyataannya kan harga barang di pasar itu (baik dalam urusan sandang, pangan, papan) persentase naiknya bisa berapa kali diatas inflasi tahunan tersebut.

  • Adanya resiko likuiditas, dikarenakan kita tidak bisa mencairkan deposito ini sebelum jatuh tempo. Ya kecuali kita bisa nego gila - gilaan sama si bankernya lewat cara baek" atau ngemplang si banker lewat makian. ^^
  • Bilyet deposito sebaiknya tidak boleh hilang. Walaupun beberapa bank sekarang sudah tidak mempermasalahkan adanya bilyet deposito atau tidak. Beberapa bank masih ada yang menggunakan metode verifikasi kepemilikan lewat adanya surat berharga yang namanya:"bilyet deposito".



_____________________________

.Tips

Sedikit tips berinvestasi dalam deposito :
  1. Jika teman - teman ingin mencairkan (break deposito) dan tidak ingin minta penalty, teman - teman bisa coba nego sama banker teman - teman. Supaya banker teman tersebut minta approval pencairan tanpa penalty! Hahahaha.. Bahkan jika teman - teman ingin bunga deposito teman - teman tersebut dibayarkan pun bisa. Dengan catatan bankernya teman - teman tersebut dapat approval loh.. :)

    Proses approvalnya ini sendiri biasanya si banker harus minta ke bos dan ke bos-nya (2x bos lohhh x__X") si banker teman - teman. Kemudian si banker harus notice bagian treasury di bank yang kemudian akan mengkreditkan deposito tersebut. :)

    *Treasury ialah salah satu department di bank yang tugasnya mencari revenue lewat forex ataupun produk - produk investasi di pasar modal. Treasury department ini sendiri salah satu tonggak utama bank, karena merekalah penghasil revenue terbesar. Yah wajar saja, kasarannya mereka juga yang menggerakkan jantung bank.
  2. Seperti yang saya bilang diatas, seharusnya bunga deposito dibayarkan pada saat jatuh tempo. Nah bagaimana jika kasusnya begini...
    Teman - teman ingin menaruh dana simpanan di produk deposito selama 3 bulan, tetapi bunganya dibayarkan tiap bulan? Sedangkan biasanya pembayaran bunga secara bulanan hanya berlaku apabila deposito ditaruh dalam jangka waktu setahun.

    No worries... Sekali lagi, suruh banker teman - teman minta approval ke bos-nya dan treasury department supaya bungannya di kreditkan tiap bulan! Hahahaha.. kasian bener deh bankernya jadi jongos disuruh aneh2.. *semi - curhat* T____T"

_____________________________



.Bagaimana Bank menentukan Rate Deposito?

Suku bunga deposito SANGAT ditentukan dari tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (SBI). Jika tingkat SBI naik, maka suku bunga deposito akan naik pula. Jika SBI turun maka akan turun pulalah bunga deposito yang ditawarkan. :)

_____________________________

.Cara bank menjual deposito ini?

Tingkat suku bunga BI saat post ini dibuat (1 October 2011) ialah 6,75 %. Idealnya, supaya produk deposito cukup attractive, bank akan menaikkan suku bunga di kisaran 0,25 - 1,5 %. Rate SPESIAL deposito pasaran saat tulisan ini dibuat ialah 7 % - 7, 5 %.

Terkadang supaya lebih menarik, bank akan menaikkan suku bunga depositonya hingga 8,5, 9 atau bahkan 11 %. Bahkan ada yang menawarkan cashback ataupun hadiah - hadiah menarik lainnya. :)

Tapi... yang harus diingat, tadi kan saya sudah bilang bahwa tingkat suku bunga yang dijamin saat ini ialah max. 7,25 %. Kalau sampai teman - teman taruh deposito diatas 7,25 % (katakanlah 7,5 %) dan kemudian bank-nya collapse, ya sudah.. LPS akan lepas tangan. Resiko ditanggung oleh financial institution dan teman - teman sendiri. :)

Pesan saya.. walaupun keputusan investasi ada ditangan teman - teman, teman - teman jangan hanya tergiur oleh return yang besar. Cek dahulu bank yang teman - teman pilih, sehat atau tidak? Karena biasanya bank yang kasih bunga deposito kelewat gaswat, cenderung (cenderung loh, bukan pasti) biasanya lagi BU a.k.a butuh uang a.k.a kurang likuid.

_____________________________



.Cara Menghitung Bunga Deposito
Kurang lebih cara menghitungnya sama dengan menghitung bunga tabungan. Contoh kasus :

Teman - teman punya uang Rp. 1,000,000,000,- Taruh di DEPOSITO untuk 1 bulan.


Bunga Deposito yang ditawarkan 7 % p.a Gross. Jadi Nettnya?
7 x 80 % = 5,6 % p.a
*ingat 20 % pajak


Bunga yang diterima perhari? Nett?
5,6 : 365 = 0,015 %


Bunga yang diterima perbulan? Nett? (Misalkan jumlah hari perbulan = 30 hari)
(5,6 : 365) x 30 = 0,45 %


Jika dana yang teman - teman taruh sebesar 1 milyar. Maka hasil return deposito dalam sebulan ialah :

(Rp. 1,000,000,000 x 0,45%) = Rp. 4,500,000,-


Maka perkembangan dana teman - teman dibulan berikutnya menjadi :

Rp. 1,000,000,000 + Rp. 4,500,000 = Rp. 1.004,500,000,-


Kira - kira begitu teman - teman. Simple kan cara hitungnya teman - teman? CMIIW. Rock ON! \m/ :D

3 comments:

  1. klo pembayaran bunga deposito di-kapitalisasi dengan yang tidak di-kapitalisasi maksudnya gmn?
    trus sertifikat deposito dan diskonto ?

    ReplyDelete
  2. setau saya sih kapital itu modal jd klo pembayaran bunga di-kapitalisasi ya bunga yg sudah didapat dijadikan modal kembali seperti contoh diatas 1.000.000.000 + 4.500.000=1.004.500.000
    4.500.000 itu bunga yg di jadikan modal kembali, jika tidak di kapitalisasi berarti bunganya tidak digabungkan dengan pokok sebagai modal bulan berikutnya. CMIIW Piss ^_^

    ReplyDelete