USD/IDR


Kartu Kredit Pt. 4 | Tips & Trick Dalam Penggunaan Kartu Kredit


Setelah beberapa waktu saya berhenti nulis dikarenakan kesibukan tiada henti di kantor.. T___T .. akhirnya malam ini bisa langsung buka laptop untuk menulis beberapa tips bagi teman - teman yang menggunakan kartu kredit. Heuheuheu.. :))

Sebelumnya, ada baiknya teman - teman membaca posting - posting eike dibawah ini juga yak.. *promo hit terselebung* :))) :
  1. Pro Kontra Kredit
  2. Bagimana Bank Mendapatkan Pendapatan
  3. Bagaimana cara menghitung bunga produk kredit perbankan
  4. Kartu Kredit pt. 1 : Cara Apply Kartu Kredit
  5. Kartu Kredit pt. 2 : Bunga, Cash Advance, Penalty dan Pembayaran Minimum
  6. Kartu Kredit Pt. 3 | Fasilitas – Fasilitas Di Kartu Kredit

Oke.. langsung saja yakkk .......... (^o^)/

_______________________________


Beberapa Tips Dalam Menggunakan Kartu Kredit

I. Gunakan Autodebet
Kebiasaan buruk bagi kebanyakan dari para pengguna kartu kredit adalah lupa dan suka menunda. Biasanya ini kejadian di H-7 sebelum jatuh tempo. Biasanya udah siap - siap mau bayar via e-channel (atm, internet banking, phone banking, dll) atau setor cash ke teller/payment center terdekat.. tapiii bawaannya malassss bangett... Akhirnya ternyata terlewat jatuh temponya. Kena penalty dehhh.. :))

Nah, terkecuali kalau teman - teman memang sudah pintar memanage kartu kredit atau mau mutar uang dulu.. Teman - teman bisa menggunakan fasilitas autodebet ini.

Dengan adanya fasilitas autodebet, rekening teman - teman akan secara otomatis terdebet untuk membayar tagihan kartu kredit teman - teman. :)

Biasanya Autodebet itu terdiri atas 2 sistem pembayaran :
1. Pembayaran Penuh (bayar semua tagihannya)
2. Pembayaran Minimum (bayar 10 % dari total tagihan atau sejumlah minimum yang ditentukan)

Dikarenakan saya sendiri orangnya suka skip, saya pribadi lebih suka pembayaran penuh. Dan biasanya saya set tanggal autodebet kartu kredit saya; "4 atau 3 Hari sebelum kartu kredit saya jatuh tempo".

Alasannya simple, kalau bayar kartu kredit dari rekening bank yang menerbitkan kartu kredit sih memang ga masalah di autodebet pas hari H. Tapi, bagaimana kalau melakukan pembayaran ke kartu kredit dari bank lain?

Beberapa bank memang meiliki fasilitas layanan autodebet untuk membayar tagihan kartu kredit bank lain. Tapi yang menjadi masalah, tehnik pembayarannya menggunakan sistem LLG/SKN, yang mana seringkali baru sampai 3 hari kerja kemudian di rekening kartu kredit di bank lain tersebut. Kan ga lucu kalau ternyata sampainya 1 atau 2 hari setelah jatuh tempo. Udah kena late charge, kena bunga juga. Halahhhh .. ogahhh deh!!! x((


II. Gunakan ATM Bersama,
Pembayaran kartu kredit via teller di cabang sebenarnya kurang disukai oleh para pemegang kartu kredit. Alasannya biasanya dikarenakan pihak pemegang kartu kredit dikenai biaya admin pembayaran. Biaya tersebut biasanya ada di kisaran Rp. 25,000 - Rp. 40,000,-

Nah salah satu cara menghindari biaya admin tersebut, kita bisa menggunakan fasilitas e-channel (atm, internet banking, phone banking, dll)

Dari kesemuanya itu, biasanya yang paling populer ialah menggunakan ATM bersama. Mengapa ATM bersama? Alasannya itu begini masbro, ATM Bersama itu kan bisa melayani pembayaran kartu kredit lewat menu 'transfernya'. Cara penggunaannya biasanya; Masukin saja kode bank dan nomor kartu kredit situ. Transfer sejumlah dana dan voila, BERES!.

Sudah begitu, ATM bersama memungkinkan kita untuk melakukan pembayaran secara GRATIS.

Dan juga.. yang harus di ingat, selain fasilitas - fasilitas diatas. Limit kartu kredit kita biasanya sudah bisa digunakan setelah jam 8 malam! Nah trus apa maksudnya ini???

Asal teman - teman tau yah, bukan berarti setelah kartu kredit teman - teman itu dibayar tagihannya. Limit teman - teman langsung balik lagi ke Rp. 0,- saat itu juga a.k.a online. TIDAK MASBRO! Walaupun teman - teman melakukan pembayaran lewat teller atau rekening bank penerbit kartu kredit teman - teman, biasanya dana itu baru sampai di rekening pembayaran jam 10 - 12 malam. Tidak disemua bank begini sih, tapi rata - rata iya!

Itulah sebabnya, para pengguna kartu kredit sebaiknya mendiamkan kartu kredit yang sudah dibayar selama 24 jam terlebih dahulu. Kan ga lucu, kalau sudah bayar dan langsung ingin menggunakan di merchant terdekat... ehhh taunya limitnya kok ga bisa dipake. Akhirnya ngamuklah customernya! Hahahaha..

Nah, dilain sisi.. balik lagi.. kalau memang sudah ingin pakai kartu kreditnya pas ajojing malam hari, gunakanlah fasilitas ATM bersama ini. Masa sih lau ajojing di club terdekat jam 8 malam? pagi amatt choyyy.. Hahahaha..

Hanya saja, kelemahan dari penggunaan ATM bersama ini ialah limit transfer antar bank (saat tulisan ini dibuat) ialah Rp. 25,000,000,- saja. Kan ada tuh beberapa orang yang limitnya sampai puluhan bahkan ratusan juta. Nah, mau ga mau ya pakai fasilitas lain. :))




III. Sebaiknya gunakan Kartu Kredit sebagai sarana pemutar uang, bukan menjadikan diri kita mesin pembayar uang untuk Kartu Kredit
Di post - post sebelumnya saya sudah cerita kan bahwa ada banyak customer yang saya temui menggunakan kartu kredit selayaknya modal kerja. Kartu kredit itu enak loh kalau dijadiin modal kerja buat teman - teman. Asal tau tricknya.

Behaviour penggunaan kartu kredit seperti ini biasa saya temui saat saya masih bekerja di daerah utara seperti; muara karang, kelapa gading dan mangga dua. Kalau di selatan sih tidak terlalu banyak, walaupun ya adaa jugaaa. Hahahaha.. Mungkin untuk kasus tips yang satu ini, lebih di dominasi oleh kaum Tiong Hoa yang memang sudah terbukti dari jaman ke jaman HEBAT dalam hal berdagang. :)

Gunakanlah kartu kredit untuk membeli item yang bersifat produktif. Jangan sebaliknya alias konsumtif. Contohnya saat ingin belanja barang dagangan atau mesin atau apalah itu.. ;p ..

Kalaupun di gunain untuk konsumtif, yah bagusnya gunakan kartu kredit dengan limit terkecil dan jangan keseringan! Bahaya tauk! ^^


IV. Nikmatilah hidup, tapi Jangan gampang tergoda untuk berleha - leha secara berlebihan dengan Kartu Kredit,

Benar adanya bahwa hidup itu harus dinikmati, karenanya ga pa pa-lah kalau kita sedikit merasakan nikmatnya promo seperti buy one get one, discount 50 %, cicilan 0 %, cashback dan penawaran - penawaran menarik lainnya.

Tapi ingat, JANGAN SAMPAI KELEWATAN yahh teman - teman! Kebanyakan orang - orang beginian yang saya temui berakhir dengan penyesalan di belakangan. Ingat, dibelakang. Mana ada penyesalan datang diawal. Mencegah lebih baik daripada mengobati masbro! ;)


V. Tabungalah Uang Cash dan Miliki lebih dari satu kartu kredit
Ibarat kata, kalau mau lompat dari pesawat terbang, lo pake parasut kan? kalau mau ngentot pakailah kondom. Jangan maen asal terjun bebas ke lobang yang salah! Kan ga lucu tau - taunya kencing kok sakit dan panas.. Hahahaha..

Dengan adanya tabungan yang cukup atau kartu kredit lain untuk membayar tagihan yang ada ini, setidaknya teman - teman sudah punya ban serep kalau kenapa - kenapa. Kita kan tidak tahu kita tiba - tiba kena musibah kapan dan dimana. Setidaknya kita bisa meminimalisasi resiko cashflow kita, amit - amit kan kalau sampai terganggu. Ya kan? Ya kan? :))


VI. Jangan gunakan limit kartu kredit sampai ketitik akhir
Saya pernah tulis kan, bahwasanya limit kartu kredit itu bisa berkembang. Biasanya perkembangan kartu kredit itu di pengaruhi beberapa hal. Seperti :
1. Total tabungan teman - teman di bank penerbit kartu kredit tersebut
2. Keaktifkan transaksi kartu kredit teman - teman
3. Ketepatan pembayaran
4. Berapa limit yang digunakan.

Dilain sisi, jangan lupakan BI checking *ah fuck, gue baru ingat belum tulis posting extensive soal bi checking.. maaf2.. hehehehe*.

Intinya, gue pernah bilang kalau BI checking ialah sebuah sistem dari Bank Indonesia, yang memungkinkan pencatatan historical kredit teman - teman di semua financial institution yang syah berdasarkan hukum di Indonesia.

Dan ingat, BI checking itu bagai Tattoo masbro. Malah lebih parah! Kaga bisa di laser kalau mau di hilangin! Hahahaha.. Pastinya di BI checking, sekali punya fasilitas kredit ya ketauan dimana dan kapan selama seumur hidup.

Lalu apa hubungannya point tips ini dengan BI checking?

Pastinya itu begini.. di BI checkin itu tertera segala aktivitas penggunaan fasilitas kredit teman - teman. Mulai dari punya fasilitas dimana saja, berapa penggunaannya, kapan dan pernah masalah atau engga (dalam bentuk collect 1 - 5) ? .. Dan yang menjadi concern, dalam hal ini ialah "BERAPA PENGGUNAANNYA?"

Kalau teman - teman suka menggunakan limit kartu kredit sampai hampir habis, biasanya bank agak ogah kalau mau naikin limit kredit teman - teman.

Syukur - syukur kalau tabungan teman - teman di bank penerbit kartu kredit itu besar. Jadi bisa dilihat sama bagian risk atau komite kredit bank tersebut. Sehingga limit kreditnya masih bisa di perbesar sampai di titik yang dirasa aman. Itupun biasanya department CCR pake acara - acara approval dan mitigasi dulu.

Nah, dilain sisi, Masalah lainnya ialah kita belum tentu punya kartu kredit dari 1 bank saja kan? Jadi kalau limit kartu kreditnya kita gunain secara maksimal sedangkan kita tidak punya rekening di bank penerbit kartu kredit itu ya sudah pasti banknya agak was - was kan? Taro deh punya rekening di bank tersebut, aktif dan besar ga saldonya? itu pertanyaan kan??? :))

Soalnya gini masbro, kalau keseringan pake limit kartu kredit sampai maksimum. Bisa - bisa lo diasumsikan BU a.k.a Butuh Uang mulu!

Lo kalau minjemin duit sama orang yang BU dan ga kenal serem ga? Yang sudah kenal puluhan tahun aja suka ragu kan?? betul? nah pikirkanlah itu! hahahaha

Itulah sebabnya, penggunaan limit kartu kredit yang baik itu baiknya berada pada kisaran 40 - 60 % dari total limit kartu kredit situ.

Kasarannya itu titik amanlah, lalu maksimalkan dengan point - point lainnya diatas. Seperti bayar tepat waktu, naikkan saldo tabungan, dsb dsb.. :)


VII. Jangan biasakan melakukan pembayaran minimum, cash advance, gali lobang tutup lobang, dsb.. kecuali kepepet. Ingat lohh... tak henti - hentinya gue beri peringatan mengenai hal ini. Bunga kartu kredit itu tinggi! AWAS, jangan sampai hutang jadi hutang, bunga jadi berbunga. Hutang menggunung, mati anjiang kau! Hahaha.. :))




VIII. Jangan biarkan tergoda bisnis atau trick Gestun (gesek tunai) dalam bentuk apapun. Kecuali sudah benar - benar mengerti BANGET trick dan resikonya.
Teman - teman taukan bisnis gestun? Ituloh.. yang biasanya di gunain pemegang kartu kredit untuk narik dana tunai di merchant - merchant tertentu. Tujuannya ya biasanya menghindari bunga cash advance yang tinggi. Palingan doski jadi cuma bayar biaya gestunnya itu. Biayanya sendiri variannya beda - beda di tiap merchant. Ada 2,5 - 4 % dari total transaksi yang ditarik.

Gue sendiri bingung siapa yang pertama kali gunain trick ini. Dan bisnis gestun ini sendiri sebenarnya sudah dianggap ilegal oleh Bank Indonesia. Tapi dasar orang - orang Indonesia ga ada matinyeee, teteup loh dilakonin! Hahahaha.. Alasan ilegalnya yah sudah barang tentu penyalahgunaan dan menjadi salah satu pemicu naiknya tingkat kredit macet di Indonesia. X__x"

Bahkan bisnis gestun ini tidak hanya digunakan untuk menarik dana tunai. Tetapi juga bisa menjadi salah satu sarana alternatif untuk melunasi tagihan kartu kredit. Kacau kan itu?! Hahaha.. dasar Indonesia.. bukan hanya DVD, CD, alat - alat elektronik yang bisa di jailbreak, bahkan kartu kredit yang dibuat berdasarkan sistem pun di hajar! Hahahaha..

Gestun sendiri setau saya hanya ada di Indonesia. Di negara lain mah mana bisa beginian, mau di gatak ente sama preman berseragam hukum? x_x" Selain tindakan carding dan penipuan lainnya, inilah salah satu tindakan yang menyebabkan Indonesia kurang dipercaya asing untuk pembelian via kartu kredit bank di Indonesia. Bahkan tindakan ini menutup fungsi virtual account sebagai pengganti sementara kartu kredit yang hilang. NAH LOHH! Makanya jangan suka ngerugiin masyarakat negara ini dickheads! :)))

Tapi... apapun itu bentuknya.. gestun itu bisa berguna juga masbro kalau lu ngerti trick - tricknya. Selagi masih bisa digunakan dan masih bisa dilakonin, ya kenapa engga? ya kan?.. Sama hal nya sebelum situs porno sudah di blokir semua oleh semua provider, downloadlah bokep sepuas - puasnya! Hahahahaha..

_________________________________



CLOSURE : BIJAKSANA & BERDISIPLIN TINGGI dalam MANAGE Kartu Kredit!

Sebenarnya masih banyak tips & trick lain dalam kartu kredit. Tapi mungkin belum semua bisa gue tuangkan dipost ini masbro.. ;p Tapi ingatlah.. bijaksana dan berdisiplin tinggi dalam manage kartu kredit. :)

Dilain sisi... bijaksana & disiplin pun sebenarnya belum cukup.. ;)

Ingat tidak pepatah lama; "Sepandai - pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga." Jadi begini teman - teman, pada kenyataannya "hidup tidak bisa selalu perfect". Bahkan setelah teman - teman sudah melakukan berbagai tindakan untuk meminimalisasi resiko dan hal - hal yang bisa menghadang nantinya; apakah itu dalam bentuk konflik, masalah dan tantangan di masa depan. Resiko dan masalah adalah bagian dari hidup dan tidak akan bisa total di hindari!

Tapi jangan berkecil hati, walaupun resiko atau masalah tidak bisa dihindari, BUKAN BERARTI tidak bisa di manage dan di-MINIMALISASI kan? :)

Kita bisa meminimalisasi resiko itu lewat berbagai cara, itulah sebabnya ada namanya ilmu
management resiko.:D

Seperti yang saya tulis diatas. Kita bisa mengalihkan resikonya dengan memiliki dana simpanan atau menggunakan sisa kartu kredit yang lain untuk menambal kesalahan di sebuah kartu kredit. Kita juga bisa tetap berfokus pada pembelian item - item yang produktif instead yang bersifat konsumtif dan semakin terdepresiasi nilainya... dsb .. dsb...

Akhir kata.. begitulah akhir posting ini teman - teman. Semoga informasi ini berguna. ROCK ON! \m/


No comments:

Post a Comment