USD/IDR


Kartu Kredit pt.1 | Subtopic : Cara Apply Kartu Kredit



Suatu waktu saya pernah jalan - jalan ke pasar bunga di rawa belong. Soalnya waktu itu saya lagi ingin beliin bunga buat pacar saya *#eh udah mantan deng X__x" #eeaaa* ..... Usut punya usut, pas saya liat dompet saya, eh kampret takadawang. Akhirnya saya putuskan untuk mencari ATM terdekat.

Konyolnya lagi waktu itu saya lagi agak suwe, nyari ATM susah bener karena jaringan lagi kacau. Tiap ketemu ATM pasti bawaan-nya ATM-nya error. Sampai akhirnya setelah muter - muter kemanggisan, saya akhirnya ketemu ATM yang masih berfungsi di dekat slipi.

Langsung saja saya menuju ATM. Tapi sebelum saya bisa menarik uang, saya masih harus ngantri dulu. Kayaknya gara - gara jaringan ATM lagi kacau, banyak warga sekitaran kemanggisan - slipi - rawa belong narik uang disitu.

Kemudian sembari menunggu, tiba - tiba bapak di depan saya menegur saya; "rame banget yah dek?" saya akhirnya menjawab; "iya nih pak. mana lagi buru - buru lagi." Si bapak; "sama dek, bapak juga harus segera narik (ngojek) lagi nih." .....

Setelah menunggu hingga 15 menitan, akhirnya tibalah giliran bapak di depan saya itu untuk mengambil uang. Tapi anehnya, bukan kartu debit ATM yang di keluarkan dia, melainkan kartu kredit. Kaget juga sih saya, pikir saya; "ini tukang ojek keren bener sih, pake kartu kredit! Memang sih kartu kreditnya kelas silver doang. Tapi ya tetap aja itu kartu kredit!" :-S

Lebih kaget lagi, bapak itu ternyata bukan menggunakan kartu kredit itu untuk bayar tagihan atau transaksi yang bersifat non-cash. Tapi dia melakukan cash advance (tarik tunai)! .... Setelah selesai, bapak itu pun berlalu sambil berucap; "duluan yah dek!" Saya pun mengiyakan... ^^"

Setelah menarik uang, saya pun kembali ke pasar bunga rawa belong untuk membeli bunga untuk pacar .. aeh mantan! saya... -____-"

Besoknya di kantor, sebelum makan siang tiba - tiba saya melihat seorang office boy saya sedang sibuk dengan seorang marketing credit card. Pertamanya saya pikir, OB kantor saya ini lagi menerima document punya siapa gitu.. Tapi ternyata... "doi lagi apply kartu kredit loh!" Wihhh gila pikir saya! 0___o"

Trus akhirnya saya iseng nanya, "Sob, lu bayar tagihannya gimana?" Si OB menjawab, "Hla.. kan tinggal di gali lobang - tutup lobang aja pak! Kalau kartu kredit saya yang A udah mau jatuh tempo, saya bayar pake kartu kredit yang B. Kalau kartu kredit saya yang B sudah mau jatuh tempo, saya bayar pakai kartu kredit C. Kalau kartu kredit C sudah mau jatuh tempo, saya bayar pakai kartu kredit yang A! Gituu Pak Erix!" .... "Elaaadalaahh" pikirrr sayaa... :S

_______________________________

Kejadian Pak Ojek dan OB ini menjadi pertanyaan bagi saya...


1. Bagaimana bisa Pak Ojek dan OB ini bisa apply kartu kredit? Sedangkan ada juga beberapa orang yang kemampuan bayarnya bagus, tapi tidak bisa apply kartu kredit? Bagaimana sih proses KYC si marketing? Trus kok bisa lulus di bagian pre-screening - risk - approval sampai kartunya terbit? Sadarkah Bank akan potensi resiko lainnya?

2. Sadarkah mereka bahayanya Cash Advance? Sadarkah Bank akan bahaya customer "Gali Lobang Tutup Lobang?" dan Sadarkah mereka akan jebakan betmen lainnya dalam kartu kredit? Sadarkah mereka bagaimana me-manage fasilitas kartu kredit yang benar?

Nah..Pada post berikut ini, saya akan menjelaskan mengenai pertanyaan yang pertama. Mengenai pertanyaan kedua.... akan dibahas di post selanjutnya. Wekekeke...

______________________________

.Bagaimana Apply Credit Card

I. KYC (Know Your Customer)
KYC ialah proses bagaimana sebuah bank mengenal calon customernya. Biasanya calon customer ini harus mengisi formulir aplikasi. Dimana berisi beberapa pertanyaan seperti ; "Apa pekerjaanya, berapa penghasilannya, nomor KTP, tempat tanggal lahir, nama ibu, dsb..

Tujuan dari dilakukan KYC ini bukan hanya sekedar untuk men-database si customer supaya nanti gampang dicari dan diverifikasi accountnya. Tapi juga untuk menghindari beberapa resiko (baik tinggi maupun rendah) jika sebuah organisasi berhubungan dengan calon customer kedepannya.

___________________________________

.High Risk Customer

Nah paragraf kedua diatas juga suka menjadi masalah. Jika kasus diatas yang di pertanyakan ialah kemampuan membayar si customernya. Dalam High Risk Customer, seringkali kita ketemu seseorang dengan kemampuan membayar tinggi, karena memang si customer penghasilannya lebih dari cukup. Tetapi yang menjadi masalah, si calon customer ini masuk dalam kategori High Risk.

Bisa jadi High Risk karena pekerjaannya (contoh : selebritis, pejabat,dsb), industri (contoh : orang media, pemilik toko emas, jasa travel, dsb...).

Soalnya begini masbro.. kalau berurusan dengan orang beginian, bank bisa gelagapan kedepannya kalau nanti ada kasus.

Contoh; kalau kredit macet dan customernya pejabat? gimana mau nagihnya coba? belum ketemu customernya dah berantem dulu sama ajudannya. Atau kalau selebritis complaint, masalah bisa sampai kemana - mana karena keburu masuk media. dsb..

Hal ini tentunya akan menghambat bisnis. Karenanyalah, bank biasanya akan berpikir lebih lanjut jika berhubungan dengan calon nasabah yang termasuk dalam kriteria ini. Biasanya akan di butuhkan proses approval yang lebih extensive sebelum account si customer di bukakan. Pembahasan lebih detail mengenai High Risk customer kedepannya akan saya buat yak.. :) .... lanjut!...

______________________________

.Dokumen Yang Dibutuhkan, Limit & Penghasilan Minimum

Usia minimum apply kartu kredit sendiri ialah 21 tahun. Dan document yang diperlukan ialah :
1. Copy KTP
2. Copy CC
3. Copy rekening koran 3-6 bulan jk belum ada CC.
4. Copy NPWP jika limit yang diminta lebih dari 50 juta rupiah
5. Untuk WNA, dibutuhkan copy passport & kitas. B-)
6. Jika ingin kartu tambahan, teman - teman harus berumur 17 tahun dulu. Dan sertakan copy KTP.


Kartu kredit sendiri biasanya dibagi 3 kelas + 1 Kelas Extra, yaitu:

1. Silver / Classic : Limit kisaran 1 - 4 Juta
2. Gold : 4 - 10 Juta
3. Platinum : >40 Juta
4. Prioritas : > 40 Juta

*Jika limit kartu ingin diatas 50 juta, dibutuhkan copy NPWP.

**Untuk Priority biasanya khusus diberikan pada nasabah yang memiliki rekening priority banking di sebuah bank. Standarnya, saldo rata - rata diatas 500 juta rupiah.

***Limit di kartu kredit ini bisa makin besar seiring dengan lancarnya pembayaran kartu kredit si customer. Saran saya kalau kreditnya ingin di lock segitu - segitu saja, segera telpon call centre supaya limit kartu kreditnya bisa di set tidak bertambah.


Penghasilan minimum :

1. Silver : kisaran Rp. 36,000,000 setahun
2. Gold : kisaran Rp. 65,000,000 setahun
3. Platinum : kisaran Rp. 240,000,000 setahun
4. Priority : harus menjadi nasabah prioritas terlebih dahulu


Yang harus dicatat

*Peraturan di atas bisa berbeda - beda di tiap bank. Update per ( 17 october 2011) Dan kedepannya peraturan bisa berubah - ubah.

**NPWP dibutuhkan jika limit yang di minta customer diatas 50 juta karena ada indikasi si pemakai kartu kredit menggunakan kartu kredit untuk modal kerja.

Salah satu alasan Kartu Kredit disukai oleh kaum pedagang karena jika mereka sedang bepergian kedalam/luar negeri dan tujuan kepergiannya karena ingin belanja barang, mereka tidak perlu urus - urus LC atau repot - repot datang ke bank untuk melakukan fasilitas Telegraphic Transfer. Supplier juga senang, karena barangnya langsung di bayar. Jadi resiko si supplier juga berkurang.

***Biasanya jika teman - teman belum punya kartu kredit dan applynya harus menggunakan rekening tabungan, beberapa bank belum tentu mau terima aplikasinya. Karena teman - teman belum ketauan kemampuan membayar fasilitas kreditnya bagus atau tidak.

Bukan berarti tidak bisa yak, tapi biasanya akan lebih ribet pengerjaannya. Makanya kalau saya punya saran, saat belum punya kartu kredit, mulailah apply dari kartu kredit BCA. Karena kartu kredit BCA biasanya mau terima apply kartu kredit bermodalkan copy rekening koran. Dan tentunya, teman - teman juga harus punya tabungan di bank BCA la... Tapi hare gene, siapa sih yang ga punya BCA? kalaupun ada, pasti sangat sedikit sekali jumlahnya. :))

****Saat apply kartu kredit dengan menggunakan copy kartu kredit. Copy BAGIAN DEPANNYA SAJA! BAGIAN BELAKANGNYA JANGAN! Kalaupun harus copy bagian belakang, coret/tip-ex 3 nomor tambahan yang tertera di belakang kartu.

3 nomor setelah nomor kartu yang tertera di bagian belakang kartu kredit itu ialah salah satu data yang diperlukan untuk carding kartu kredit. Maka, lindungilah 3 nomor kartu ini, jangan sampai ketauan orang lain.

*****Biasanya saat apply kartu kredit, selain diminta data diri, teman - teman akan di minta nomor emergency contact (orang yang tidak serumah) yang bisa dihubungi. Emergency Contact sendiri lebih disukai apabila orang tersebut adalah keluarga si calon debitur. Selain bisa buat cross sell pihak bank nantinya, emergency contact ini jugalah yang akan di cari apabila si customer kabur karena ga bisa lunasi tagihan kartu kreditnya. Makanya saran saya, jangan mau seenaknya jadi emergency contact seseorang. Hahahaha.. :'))

Hubungan dengan Kasus di Atas?

Bisa jadi si marketing melakukan fraud (pemalsuan) lewat cara membohongi data di kartu kredit tersebut. Mungkin si marketing melakukan itu karena dia butuh achieve target. Atau bisa jadi juga customer yang apply itu saudara/teman dekat doi, jadi doi takut ga enakan kalau sampai pengajuan aplikasinya ditolak. Sekarang customer biasa di tolak aplikasinya si marketing bisa kena marah, gimana kalau saudara/temannya, mau ditaruh dimana muka dia? hahahaha.. yah, tentunya bisa juga ada berbagai macam modus dibelakangnya yak! :))

___________________________________


II. Screeening
Pada saat sebuah bank akan membuka account seorang nasabah, biasanya data - data nasabah yang sudah ada dalam paket aplikasi tersebut di cek terlebih dahulu dibagian pre-screening/checklist (tiap bank punya istilah yang berbeda - beda, saya pakai istilah pre-screening saja).

Bagian pre-screening ini biasanya prinsipnya hantam - buang/ambil. Kalau data ada yang kurang atau ada coretan, langsung buang. Kalau ternyata keliatan calon customer tidak punya kemampuan bayar, langsung buang. Dsb dsb.. Nah, ketika dilihat aplikasinya cukup bagus, maka langsung di ambil. Aplikasi - aplikasi yang dinilai bagus akan di input ke system untuk kemudian di lanjutkan ke bagian screening yang memeriksa data nasabah di BI checking.

BI checking sendiri ialah sebuah database yang dimiliki Bank Indonesia untuk mengecek data sejarah credit calon debitur (calon customer) di semua bank. Apakah bagus atau tidak. Bermasalah atau tidak? dan BI checking sendiri tidak hanya melihat data si debitur ini saja. Tetapi juga melihat seluruh data keluarga si calon debitur ini.

Dan yang harus di ingat, sekali anda bermasalah dalam fasilitas credit terhadap sebuah bank. Anda bisa kena black list. Kalau sudah kena black list, akan susah nantinya supaya anda bisa apply fasilitas - fasilitas credit dalam bentuk apapun nantinya. *nanti saya akan bikin post mengenai BI checking secara lebih extensive."

Jika dari BI checkingnya juga bagus. Screening kemudian akan menelpon teman - teman untuk mengecek dan memverifikasi kebenaran data. Bahkan emergency contact (orang tak serumah) pun akan di telpon. Jika semua data sudah terverifikasi dan benar adanya. Data - data ini sendiri akan di asses di bagian Risk atau Komite kredit suatu bank.

Hubungan dengan Kasus di Atas?

Di bagian screening ini biasanya aplikasi yang masuk bisa sampai ribuan. Dan aplikasi yang ada pun di periksa oleh manusia. Jadi ya bisa jadi ada human error. Atau bisa juga si marketingnya kenal orang di bagian pre-screening ini. Kemudian aplikasi si customer di loloskan. Atau bahkan balik lagi, si marketing kartu kredit melakukan pemalsuan data. Jadi di kira di bagian pre-screening datanya si calon customer ini bagus.

____________________________________

III. Risk a.k.a Komite Kredit a.k.a Panitia Kredit

Di bagian ini, data si customer akan di review. Jika sekiranya memang bagus, akan di berikan kepejabat terkait untuk mendapat approval. Setelah mendapat approval, barulah kartu kredit si calon customer itu akan di terbitkan.

Hubungan dengan Kasus di Atas?

Nah, dari sinilah kartu kredit pertama si customer tercipta. Kalau si customer sudah punya kartu kredit. Akan lebih mudah lagi dalam proses apply kartu kredit lainnya kedepannya.

_____________________________

.Kesimpulannya?

Ok, sebelumnya gue ga pernah ada niatan prasangka buruk yak! ini semua cuma asumsi saja. hehehe.. Untuk kasus OB kantor saya, dia mengakui hal yang saya tulis di paragraf di bawah adalah benar adanya. Hehehehe... Ini fakta lapangan. Sudah di cross check! *terpercaya! :)) .... Tapi sayang untuk yang pak ojek, saya akui saya belum sempat cross check. Tapi saya rasa, kurang lebih kesimpulannya juga sama... :))

Jadi begini.. :)

Pak Ojek dan OB itu bisa jadi pertama - tama apply dahulu ke bank yang masih menerima pengajuan aplikasi lewat rekening koran. Untuk kasus si OB, marketingnya teman dia. Kita sama - sama taulah, dalam industri apapun; kalau ada orang dalam semuanya bisa lebih dilancarkan! :))

Setelah mendapatkan kartu kredit pertamanya, OB saya itupun kemudian meng-apply ke kartu kredit lainnya. Kebetula lewat bantuan temannya juga. Ditambah lagi dia sudah punya kartu kredit sebelumnya, jadi prosesnya lebih mudah. Lalu jadilah konsep "Gali Lobang Tutup Lobang" tersebut.

Saya sendiri pernah nanya ke OB kantor saya itu; "eh boss, kalau nanti ada kredit macet gimana?" Dia jawab; "Ya elah pak, aku ini kan bukan siapa - siapa. Kesini ngekost, saudara ga ada. Kalau aku mati juga ga ada yang peduli!" Lalu saya tanya balik; "Hla, terus itu emergency contact-nya siapa itu?" OB saya itu menjawab; "Yah pak, itu kan teman saya. Pak Erix ini jangan kaku begitulah! Hahahaha" ... Kemudian OB saya berlalu...

Gimana? Kasus - kasus seperti ini lah yang menjadi salah satu alasan mengapa kredit itu harus benar - benar ketat penjagaannya. Yang sudah ketat aja masih sering kebobolan kan? Biasalah, dimana - mana orang itu ada niatan kok untuk mencari celah dalam sebuah sistem! Hahahaa..

Ini baru satu kasus teman - teman. Belum kasus lainnya seperti "Bisnis Gestun a.k.a Gesek Tunai" dsb.. Nanti kita akan bahas di post - post berikutnya..

Akhir kata, emoga post ini berguna. Saya akan sesegera mungkin menulis post untuk menjawab pertanyaan yang kedua diatas. ROCK ON! ^^ \m/

2 comments:

  1. berarti BI Cheking dulu,baru verivikasi data yg melalui telp rmh,kantor n emergency ya pak??
    saya punya KTA di bank mandiri dan pernah beberapa kali collec 2,telat 1 sampai pernah telat 4 hari,takutnya g ktulungan,tp saya ngajuin lagi di cc cimb niaga trnyata masih di acc,yg g di acc tuh yg collec brp ya pak??maaf bnyak nanya....

    ReplyDelete
  2. selamat malam pak budi.

    menjawab pertanyana bapak.. apabila collect 2 hanya beberapa hari biasanya masih gampang bagi si officer untuk minta approval ke line manager supaya fasilitas kredit bapak masih tetap bisa di approve..

    yang sulit itu kalau sudah collect 3 - 5... sebenarnya collect 5 pun bisa sih di approve, tapi liat dulu casenya seperti apa pak.. ada beberapa nasabah bisa sampai collect 5 di kartu kreditnya karena masalah sepele seperti lupa bayar tagihan materai rp. 6000 sampai dengan bertahun - tahun. atau nasabah mengaku sudah sempat menutup kartu kreditnya, akan tetapi ternyata belum di tutup oleh bank bersangkutan, dsb..

    di kredit itu ga kaku pak.. semuanya tailor made.. tapi yah liat case by case dulu tentunya.. semoga membantu.. :)

    ReplyDelete