USD/IDR


Prinsip 5 C dalam Kredit | Subtopic : Capacity


Nah, setelah sebelumnya kita berbicara mengenai Character (kemauan bayar) dalam proses apply kredit. Maka kali ini kita akan bicara mengenai Capacity (kemampuan bayar). Ingat loh, ada perbedaan antara kemauan dan kemampuan. Kemauan itu ialah niatan yang cenderung perhitungannya semi - objektif, sedangkan kemampuan ialah kesanggupan bayar secara angka yang bisa diukur.

Terkadang saat seseorang sudah "benar adanya" mau apply kredit dan emang ada niatan mau bayar, tapi setelah di hitung - hitung bankernya malah jadi bertanya; "kok kayaknya ni orang ga sanggup bayar deh sebenarnya?" Akhirnya di tolak deh pengajuan fasilitas kreditnya.

Terkadang ada customer yang ga masalah, tapi pada kenyataannya sih, kebanyakan customernya malah ngocol dan marah - marah ga terima. Kesannya customer ini terhina karena di tolak aplikasinya. Hahahha...

Padahal sebenarnya, bank itu baik loh kalau bisa menghitung capacity si customer. Artinya si bank itu ga pengen si customer nanti menderita terseok - seok bayar bunga kreditnya. Nanti pas udah batuk - batuk bayar kreditnya, ga lucu deh si customer mati segan hidup tak mau. Saya yakin deh, ga ada orang yang mau di tempatkan di kondisi kayak beginian. :))

Nah, kembali lagi pada capacity ini. Selain untuk apply fasilitas credit, dengan mengetahui soal capacity ini, kita bisa mengetahui kualitas keuangan kita. Yuk masbro, langsung saja kita bahas. ;)

__________________________________


Capacity

Dengan adanya perhitungan capacity, kita bisa mencermikan kemampuan bayar kita. Menjadikannya panduan kredit yang baik. Dan mengestimasi pembayaran kredit di masa yang akan datang. Tujuannya sudah pasti jelas, kita bisa mengurangi resiko dan menentukan plafon (limit) kredit yang pantas bagi kita sendiri.

Penentuan kemampuan membayar nasabah, oleh para bankers biasanya menggunakan rasio IIR (Installment to Income Ratio) atau DBR (Debt Burden Ratio)

Perhitungan dan Analisa Rekening

Teman - teman pasti tau kan, kalo apply fasilitas kredit dalam bentuk apapun, pasti sama orang bank di mintain copy rekening koran atau buku tabungannya. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh kegiatan dan transaksi keuangan nasabah dapat di identifikasi melalui rekeningnya.

Agar didapatkan hasil perhitungan dan analisa rekening yang tepat, perlu dipastikan bahwa nasabah memberikan :
  1. Rekening lengkap 3 bulan terakhir untuk nasabah pegawai

  2. Rekening lengkap 6 bulan terakhir untuk nasabah pengusaha atau profesional

  3. Dan tentunya diharapkan nasabah mengirimkan seluruh rekening di setiap bank yang dimilikinya. Sudah tentu agar analisa yang di peroleh pun lebih akurat.
Tahukah teman - teman, gara - gara hal di paragraf atas inilah banyak nasabah yang kemudian menggoreng rekeningnya? Istilah di goreng tuh maksudnya "cepat tapi asal jadi", kayak gorengan yang cuma di kasih tepung, goreng dan beres. Yah, tentunya ini hanya berlaku untuk gorengan murahan yak. Kalau gorengan mahal kan ga segampang itu juga. Hehehehe. *no offense, ane juga penggemar gorengan taukk! :p



Tehnik Menggoreng Rekening

Nah, cara ngegoreng rekening tabungan itu bisa macam - macam. Contoh :
  1. Meminta bantuan beberapa teman atau saudara untuk mentransfer sejumlah dana ke rekening tabungan calon debitur, kemudian di diamkan selama 6 bulan lebih

  2. Lakukan transaksi palsu, putar uangnya. Tarik tunai pagi hari, sore setor lagi, atau sebaliknya

  3. Melakukan pemalsuan. Hal ini di mungkinkan karena pihak bank hanya minta copy tabungan si nasabah, bukan aslinya

  4. Hal extreme lainnya ialah menggoreng rekening dengan menggunakan jasa pihak penggoreng rekening. Indonesia memang sudah gila sob, ada aja orang yang buka usaha malsuin rekening tabungan. Dari menyediakan buku tabungan yang mirip sama aslinya, lengkap dengan hasil cetakan yang juga mirip dengan hasil cetakan di bank, menyediakan dana untuk di goreng, dsb dsb.. Bahkan tidak cuma rekening yang digoreng, kalau perlu ijasah aja bisa di palsuin. kacauuu dahh.. ga percaya? coba aja ketik goreng rekening koran/tabungan via google.

    Bahkan terkadang, fasilitas goreng rekening itu di tawarkan dari pihak si bankers sendiri. Biasanya karena si bankers juga sudah di iming - imingi duit sama si debitur kalau nanti fasilitas kredit si debitur di approve. Bloon sia nih emang bankers beginian. Selain ga punya harga diri, cepat atau lambat pasti ketauan deh kualitas si debiturnya. Begitu debitur macet atau bahkan kabur bawa dananya aja, mampuslah bankers sampah beginian! Hahaha..

  5. Dsb.. dsb..
_____________________________


Masih Soal Rekening


Teman - teman jangan berpikir bahwasanya semua transaksi yang ada di rekening koran teman - teman itu diperhitungan sebagai analisa yak. Berikut ini gue share beberapa transaksi dimana transaksi tersebut tidak dapat di ikut sertakan dalam perhitungan kualitas rekening koran teman - teman. Biasanya karena transaksi ini ga ada hubungannya sama kualitas rekening teman - teman. Transaksi itu antara lain adalah :

  1. Transaksi debit. Biaya administrasi, transfer, kliring, denda & pajak atas bunga simpanan

  2. Transaksi Kredit. Bunga simpanan (tabungan atau deposito)

  3. Transaksi Debit. Tolakan cheque / BG masuk

  4. Transaksi Kredit. Tolakan cheque / BG Keluar

  5. Transaksi Debit. Pembayaran pinjaman* & Kartu Kredit

  6. Transaksi Debit. Listrik **, air **, dan Telepon

  7. Transaksi Kredit. Pencairan Pinjaman

  8. Transaksi Debit dan Kredit. Pemindahbukuan intra bank atau antar bank dengan jumlah dan tanggal yang sama (Transaksi kredit di suatu rekening dan transaksi debit di rekening lainnya).

    Catat :
    *Pinjaman yang tidak terkait dengan keperluan usaha
    ** Pembayaran listrik, air & telepon untuk nasabah pengusaha dan profesional, jika tagihan digunakan untuk keperluan usaha maka dihitung dalam mutasi debit.

Nah, kira - kira segitu dulu teman - teman overview mengenai capacity-nya. Posting berikutnya, gue akan share ilmu mengenai cara menghitung capacity pegawai, profesional dan pengusaha. ;)

ROCK ON! \m/


1 comment:

  1. terima kasih untuk info tentang kredit, salam kenal dan salam sukses :D

    ReplyDelete