USD/IDR


Prinsip 5 C dalam Kredit | Subtopic : Collateral & Condition


Setelah berbicara mengenai 3 Prinsip dalam 5 C. Akhirnya sampailah kita ke tahap muntah terakhir. Hahahha.. Maklum masbro, eik sendiri agak sedikit puyeng dengan Prinsip 5 C dalam kredit ini sendiri. ^^"

Jadi langsung saja yah.. ;)


_____________________________


Collateral

Collateral berarti agunan. Agunan ini sendiri tentunya harus memiliki kriteria yang baik. Tentunya bank mana mau lah terima agunan yang ajaib - ajaib gitu. Maksud saya ajaib itu contohnya tempatnya ternyata sulit di jangkau. Contoh : Villa di Puncak Gunung, yang mana untuk mencapainya kita harus melewati jalan berawa - rawa dan banyak buayanya. Walahhh.. susah kalau dikasih agunan beginian mah! Hahahha..

Pastinya sih, gue sempat tulis mengenai kriteria agunan yang baik di post ini. Tapi memang gue akui, di post itu, yang menjadi topik ialah rumah & apartemen. Sedangkan, yang namanya agunan kan bisa macam - macam. Bisa tanah, gudang, pabrik, kendaran bermotor, mesin, dsb dsb..

Tapi intinya itu begini, pastinya bank hanya mau terima agunan yang baik dan cukup likuid. Misal untuk rumah, biasanya selain posisi dan demand-nya harus bagus; Rumah itu baiknya di tinggali oleh penghuninya pula. Tujuannya yah sudah barang tentu agar si debitur kepikiran juga untuk bayar tagihan kreditnya. Kalau ga ditinggalin kan nanti si debitur cuek aja kalau rumahnya disita. Begitu masbro.. *sad but true* x___X"

Kalau mesin pabrik, lain lagi.. biasanya harus buatan Jerman atau Jepang. Kalau buatan cina, untuk saat ini beberapa bank banyak yang belum berani. Karena takut baru dipake berapa bulan atau tahun, sudah jebol mesinnya. Yahh.. tapi kita mana tau kan kedepannya nanti peraturan akan berubah atau tidak. Karena para pengusaha manufaktur memang lebih suka mesin buatan cina saat ini. Ngimpornya lebih gampang, biaya lebih murah, hasil produksi cukup bersaing kualitasnya, dsb dsb..

Hal yang sama berlaku untuk contoh - contoh agunan lainnya. Tapi yahhh.. semua keputusan kembali ke case by case yak. ;)

____________________________


Condition

Sampailah kita di prinsip paling terakhir dari 5 C dalam kredit, yaitu ; Condition. Condition itu artinya faktor eksternal yang akan memberikan pengaruh baik atau buruk terhadap si debitur ini. Contohnya : Kondisi perkonomian.

Kondisi perekonomian yang perlu kita perhatikan antara lain ialah :
  1. Masalah daya beli masyarakat luas pasar
  2. Persaingan
  3. Perkembangan Teknologi
  4. Bahan Baku
  5. Pasar Modal
  6. Dsb...
Hal - hal yang bersifat macro economy diatas perlu dipertimbangkan. Tujuannya sudah barang tentu untuk mengukur resiko kedepannya kalau si customer ini bakalan jadi debitur nantinya.

Ambil contoh lah kalau si debitur ini ternyata usahanya bersifatnya trend. Pas 1 - 2 tahun, bayar tagihan lancarrrr jaya.. Eh, pas tiba saatnya bisnisnya tidka trend lagi, hancurlah si debitur ini. Hal inilah yang menyebabkan calon debitur yang penghasilannya dari bisnis yang bersifat trend-an kurang disukai sama pihak bank. Kalau macet siapa yang mau tanggung kan? :))

Semoga informasi ini berguna. ROCK ON! \m/ :D


No comments:

Post a Comment