USD/IDR


.Pro-Kontra terhadap Kredit


Ngutang? siapa disini yang demen ngutang? kalau bahasanya disebut ngutang, pasti ente - ente pade kaga mau dah. *kecuali kalau emang udah mental demen ngutang :))..
Tapi gimana coba kalau kita sebut ngutang itu sebagai "Kredit"? Pasti terdengar lebih elegant dan attractive kan? Heuheuheu..

Ngomong - ngomong soal kredit, banyak sekali pro kontra mengenai orang minjem duit ke bank a.k.a ngutang ini. Alasannya :

1.Kontra
Biasanya orang - orang kontra karena takut ditipu bunga yang tinggi. Belum lagi biaya - biaya lain yang timbul dari pengikatan kredit tersebut.

2. Pro
Sedangkan alasan orang - orang (terutama yang berasal dari kaum businessman) pro terhadap kredit karena mereka bisa memperbesar usaha dan keuntungan lebih lewat adanya perputaran uang oleh sebab dari pemberian fasilitas sejenis kredit modal kerja.

Belum lagi pasangan - pasangan mapan yang butuh rumah untuk membina keluarga yang harmonis. Terkadang juga gengsi kalau masih nginep dirumah mertua a.k.a jadi parasit. Atau mungkin juga buat yang bosan nyabul di kost ataupun hotel, pe-de aje doi beli rumah atau apartement, biar keliatan bener - bener kaya dan mapan. Hahaha.. #jleb #peace ^.^v

.Sedikit contoh sederhana
ngomong - ngomong soal beli rumah ataupun asset - asset property tadi. Yah, syukur - syukur kalau misalkan situ ada duit dan beli langsung secara cash. Nah kalau permisalkan ga ada duit? Harga property seperti rumah kan tidak murah masbro.
Rumah layak tinggal dan cukup gun-thankz untuk diliat saja sekarang (pada tahun 2011) berkisaran di harga RP. 800 jutaan - Rp. 1,2 milyaran. Kalau permisalkan ente pade punya duit cuma Rp. 200jutaan trus kerja lagi....nabung... 5 tahun kemudian setelah tabungan sudah Rp. 800jutaan... mungkin harga rumah tersebut sudah Rp. 1,5 - 2 milyaran. Ya kalau begitu kapan dapatnya? -_____-" itulah gunanya KPR (kredit pemilikan rumah).

Dan jangan salah, selain sebagai pemberbesar modal yang berujung pada omset usaha. Kredit juga bisa berubah menjadi investasi apabila di aplikasikan kedalam pembelian aset - aset yang kedepannya diharapkan memiliki value yang terus berkembang. Contohnya ya seperti pembelian rumah tadi. Ada juga yang mengapplikasikannya pada pembelian tanah kosong, mesin, pabrik, gudang, dsb ... Ini perihal memutar uang kan masbro? :))

Lalu bagaimana dengan kartu kredit? Bisa berguna juga kok kalau jalan - jalan keluar negeri (karena ada kebijakan tidak boleh membawa uang lebih dari 10,000 USD (berlaku equivalent), cicilan, pembayaran asuransi/listrik/air/telepon, cari discount - discount di merchant atau tempat makan, dsb..

_______________________________


.closure
Jadi intinya kredit itu bagaikan api. Kalau bisa managenya. Maka bisa menghangatkan, bisa masak. Kalau salah ya kita bisa terbakar. Nah untuk lebih jelasnya, baca posting berikutnya yak. Saya masih akan membicarakan soal kredit untuk beberapa post kedepan. Have a rockin moment with RockinBanker! :D \m/

No comments:

Post a Comment