USD/IDR


.Tabungan - Giro & Gimana cara bukanya? :)

Oke, di post sebelumnya saya sempat bicara mengenai DANA SIMPANAN nasabah bukan? Dimana untuk memfasilitasi dana simpanan tersebut, bank menyediakan fasilitas; tabungan, giro dan deposito. Nah berikut ialah penjabaran sederhana mengenai produk tabungan & Giro. Dan dikarenakan deposito sudah masuk kedalam bab investment, maka saya akan membuatkan post khusus di entri berikutnya. Enjoy! :)


_____________________________



Tabungan & Giro

Tabungan & Giro ialah salah satu fasilitas penyimanan dana dari bank, dimana untuk membukanya teman – teman harus melewati proses KYC lewat cara mengisi formulir pembukaan rekening dibantu oleh CS ataupun Marketing teman - teman nantinya. Setelah melewati proses KYC itu. teman - teman bisa membuka sebuah account dan mendapatkan nomor rekening setelahnya.


*Istilah kasar proses KYC (Know Your Customer) ialah proses dimana bank menganalisis terlebih dahulu data - data calon nasabah, dengan tujuan mengidentifikasi tingkat resiko nasabah (rendah, sedang, tinggi). Analisis ini didasarkan pada data - data yang di isi nasabah di formulir pembukaan. Kemudian dilakukan pengecekan data nasabah, apakah nasabah termasuk pada daftar hitam atau tidak.

**Jika resiko si nasabah rendah - medium, biasanya pembukaan account bisa langsung dilakukan. Apabila
nasabah tergolong high risk (contoh pejabat atau pengusaha dengan tingkat resiko bisnis tinggi) biasanya dibutuhkan approval pejabat bank setempat untuk melakukan pembukaan rekening.

***Data - data ini kemudian di in
put kedalam sistem, untuk kemudian diolah menjadi account si nasabah yang bersangkutan. Lewat account ini, si nasabah bisa membuka fasilitas - fasilitas yang ada di bank. Contohnya ialah tabungan & Giro seperti dalam posting berikut ini. :)
****Account tidak sama dengan rekening. Account itu biasanya diistilahkan orang para banker sebagai "CIF" atau "Customer Number". Satu account bisa memiliki banyak rekening dengan berbagai macam fasilitas ataupun currency.

******Account ini juga penting, karena lewat account ini pulalah staff bank (terutama yang bukan berada di cabang asal tempat pembukaan account dilakukan) bisa memvalidasi kepemilikan account seorang nasabah.

*****saya akan menjelaskan lebih lanjut mengenai proses KYC kedepannya yah teman - teman, Lanjuttt! :))


Nomor rekening ini nantinya bisa digunakan teman – teman untuk menyetorkan atau mentransferkan sejumlah dana. Dimana kedepannya penggunaan dari Tabungan & Giro ini akan kembali ke teman – teman sendiri, apakah akan digunakan sebagai transaksi via bank, simpanan, investasi, dsb.

_____________________________

Lalu apa yang membedakan antara Tabungan & Giro?


.Tabungan
Tabungan biasanya digunakan untuk nasabah perorangan. Dimana dalam proses pembuatannya sendiri (hingga posting ini dibuat) hanya memerlukan copy dari kartu identitas (KTP, KIMS, KITAS, Passport, SIM) calon nasabah saja.
Sedikit tips untuk dicatat :
a. Dibanyak bank saat ini, penggunaan copy SIM sudah tidak berlaku lagi
b. Untuk memboost penjualan produk tabungan, biasanya bank menambahkan embel – embel “BUNGA” pada produknya. Apalagi dengan tagline “TABUNGAN BUNGA PREMIUM”, maka akan terdengar lebih attractive bukan? :))
Bunga pada produk tabungan biasanya berada pada kisaran 0, 75 – 9 %. Tapi yang harus dicatat, biasanya ada term & condition untuk mendapatkan bunga premium tersebut. Belum lagi adanya threshold – threshold tertentu.
Threshold yang eik maksud itu berarti ada prasyarat batasan. Dalam kasus ini, misal : ada produk sebuah bank, dimana untuk mendapatkan bunga 4 % nasabah harus memaintain dana sebesar > Rp. 100 - 250 juta, jika ingin bunga 7 % maintainlah dana sebesar 1 milyar, dsb. Arti kata, pemberian bunga terhadap produk simpanan ini sifatnya progressive (makin besar dana simpanan, makin besar bunganya). Nanti kita bahas lebih intense yak. :))

c. Walaupun kita bisa bertransaksi di bank via rekening tabungan, rekening tabungan lebih bersifat sebagai simpanan. Karena jika teman – teman sering melakukan transaksi kredit – debit dalam jumlah besar dalam kesehariannya bertransaksi via bank, maka teman – teman bisa dicurigai melakukan aksi money laundering.
Nanti teman – teman bisa dapat surat cinta dari pihak bank maupun yang berwajib deh (orang pajak, polisi, dsb yang bersangkutan). Mengapa begitu? Karena lewat adanya transaksi besar yang mengalir lewat rekening teman – teman secara kontinyu, bisa jadi teman – teman dicurigai berbisnis tanpa menggunakan NPWP/SIUP a.k.a teman – teman ga setor upeti ke orang pajak dehh eimmm! Heuheuheu…
Ukuran besarnya transaksi itu sendiri biasanya berbeda – beda kebijakan di tiap bank. Ada yang lebih besar dari 50 juta, 100 juta, 250 juta, 500 juta, 1 milyar, 2,5 milyar per transaksi, dsb…

Bahkan tidak perlu lebih dari 50 juta, jika ada nasabah bertransaksi lebih dari 20x senilai 5 juta per transaksi dalam sehari, siap – siap saja teman – teman di notify sama orang banknya. Kalau teman – teman sudah di inform masih aja bandel, siap – siap lagi deh di samperin sama pihak yang berwajib. Hahahaha...

.Jangan Bingung
*istilah kredit merunut pada ‘
uang masuk a.k.a dana simpanan bertambah'
*istilah debit merunut pada ‘uang keluar a.k.a dana simpanan berkurang
'

_____________________________



.Giro
Giro ialah produk penyimpanan dari bank yang bisa di apply baik secara perorangan maupun perusahaan.

Tapi…Sebelumnya eik tekankeun dulu yess teman – teman. Untuk post ini, pembukaan giro yang eik maksud ialah secara PERORANGAN. Soalnya kalau pembukaan giro secara perusahaan akan lebih ribet dan maknyuss lagi… nanti eik akan posting soal itu nekk… :P

Untuk rekening Giro, selain membutuhkan copy identitas diri, proses pembuatannya memerlukan copy NPWP si nasabah pula. Hal ini perlu, dikarenakan selain kartu identitas diri, NPWP nantinya akan di gunakan juga sebagai screening lebih lanjut di BI checking (apa itu BI checking? Nanti kita bahas yess! :)

Nah, nanti sebelum rekening dibukakan, teman – teman akan di liat terlebih dahulu datanya. Apakah teman – teman masuk black list nasabah giro atau tidak. Biasanya nasabah masuk black list giro karena terjadi “Tolakan Cheque sebanyak 3 kali” oleh sebab "cheque kosong" , “kredit macet”, “money laundering”, dsb.

Screening lewat KTP dan NPWP menyebabkan terjadi double protection bagi pihak bank untuk mencegah memaintain nasabah - nasabah bermasalah. Camkan itu! Heuheuheu *tawa licik diiringi petir menggelegar* =)))

Sedikit tips untuk dicatat :

  1. Giro cenderung digunakan sebagai fasilitas transactional dibandingan sebagai fasilitas penyimpanan. Hal ini dikarenakan rekening giro TIDAK MEMILIKI bunga. Kalaupun ada, biasanya bunganya sangat kecil, bunga pada product giro biasanya berada pada kisaran 0,75 % - 6 %. Itupun harus menggunakan threshold tertentu lagi seperti produk tabungan diatas. Dan harus diingat, threshold produk giro biasanya lebih tinggi daripada produk perbankan.

    Contoh : Jika di produk tabungan, teman – teman menabung diatas 100 juta sudah bisa mendapatkan bunga 4 %, maka di giro untuk mendapatkan bunga 4 % teman – teman harus menyimpan dana dengan besaran diatas 500 juta rupiah. Tapi ingat, kebijakan ini tidak berlaku di semua bank loh…

  2. Untuk fasilitas penggunaan dana simpanan di Giro ini teman – teman bisa menggunakan fasilitas CHEQUE BOOK (CB), PAYMENT ORDER (PO), GIRO BOOK (GB) ataupun form transfer biasa. Tergantung fasilitas dari produk yang tersedia tentunya. CB bisa digunakan untuk tarik tunai, collection maupun clearing. Sedangkan PO & GB biasanya hanya bisa digunakan lewat cara collection dan clearing.

Jangan Bingung
*Screening itu istilah begonya ialah proses dimana data teman – teman di cek datanya terlebih dahulu sebelum membuka fasilitas produk di sebuah bank
**Clearing, proses pencairan CB, PO, GB dimana dana yang ada tersebut masuk ke rekening. BUKAN TARIK TUNAI! :D Prosesnya sendiri biasanya kalau hanya 1 satu bank tujuan ya langsung dijalankan secara real time. Apabila beda bank bisa 2-3 hari kerja

*** Collection, proses pencairan CB, PO, dan GB lewat cara mengirimkan cheque tersebut ke bank asal penerbit CB, PO dan GB tersebut untuk kemudian di transferkan ke rekening tujuan. Nah walaupun sama - sama bukan tarik tunai, yang membedakan dengan clearing ialah; collection biasanya dilakukan di luar negeri dan bisa memakan waktu proses 3 minggu kerja

Nah, kurang lebih segitu dulu teman – teman mengenai overview produk Tabungan & Giro. See ya in the other post! You Rocks! :D \m/

CMIIW! :D

-Erix

1 comment:

  1. Bang Erix perkenalkan sy Agung, mau tanya. Bisakah saya buka giro perseorangan di daerah lain ( tidak sesuai domisili KTP ). Mohon di jawab juga via email di agungteguhn@gmail.com. Makasihh bangg...
    Salam \m/

    ReplyDelete